BRANDA.CO.ID – Meskipun hubungan pernikahan telah usai, peran sebagai ayah dan ibu tetap melekat seumur hidup. Di sinilah konsep co parenting pasca bercerai hadir sebagai solusi, untuk memastikan anak tetap mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Mewujudkan co parenting yang harmonis pasca bercerai memang tidak selalu mudah. Luka akibat perpisahan, perbedaan pendapat, dan tantangan komunikasi bisa menjadi batu sandungan.
Lantas, bagaimana cara merajut harmoni dalam co parenting pasca perceraian? Berikut beberapa kunci utama yang perlu diperhatikan:
1. Prioritaskan Kebutuhan Anak di Atas Segalanya: Ini adalah prinsip mendasar yang harus selalu diingat. Setiap keputusan dan tindakan dalam co-parenting hendaknya berorientasi pada kepentingan terbaik anak.
Singkirkan dendam atau keinginan untuk menyakiti mantan pasangan, fokuslah pada apa yang dibutuhkan anak untuk tumbuh menjadi individu yang sehat dan bahagia.
2. Bangun Komunikasi yang Efektif dan Terbuka: Komunikasi yang baik adalah fondasi dari parenting yang sukses. Tetapkan saluran komunikasi yang jelas dan saling disepakati, bisa melalui pesan singkat, telepon, atau bahkan aplikasi khusus co-parenting.
Hindari melibatkan anak dalam perselisihan orang tua dan fokuslah pada topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan mereka, seperti jadwal kunjungan, kegiatan sekolah, atau masalah kesehatan.
3. Tetapkan Jadwal dan Rutinitas yang Konsisten: Anak-anak membutuhkan struktur dan kepastian. Buatlah jadwal kunjungan yang jelas dan konsisten, serta rutinitas harian yang serupa di kedua rumah. Hal ini akan memberikan rasa aman dan mengurangi kebingungan pada anak.
Fleksibilitas tetap penting, namun usahakan untuk meminimalkan perubahan mendadak yang bisa membingungkan anak.

