BRANDA.CO.ID – Kota Sukabumi kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam pemeringkatan tahunan Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 yang dirilis oleh Setara Institute di Jakarta, Selasa (27/5/2025)
Dalam laporan tersebut, Kota Sukabumi berhasil naik dua peringkat dari posisi ke-8 pada tahun 2023 menjadi peringkat ke-6 di tahun 2024.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Sukabumi, kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami sebagai salah satu kota toleran di Indonesia tahun 2024,” ucap Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dalam pidatonya.
Nilai indeks toleransi Kota Sukabumi mengalami tren peningkatan yang stabil sejak 2017 hingga 2023, dengan skor terakhir sebesar 5,997.
“Kini, pada tahun 2024, Sukabumi meraih skor 5,968, kota berpenduduk sekitar 364 ribu jiwa ini berada dalam jajaran 10 besar kota paling toleran secara nasional selama empat tahun berturut-turut,”ungkapnya.
Wali Kota menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya keberhasilan pemerintah, tetapi hasil dari kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
“Penghargaan ini bukan milik pribadi atau pemerintah saja, tetapi hasil dari kerja bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dan seluruh warga Kota Sukabumi yang telah menjaga semangat keberagaman dengan ketulusan dan kesungguhan,”ungkapnya.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang selama ini aktif menjadi ruang dialog antar umat beragama, mencegah potensi konflik, serta memperkuat harmoni sosial.
“Di Kota Sukabumi, kami percaya bahwa toleransi bukan sekadar slogan, tetapi cara hidup. Ini adalah buah dari dialog terbuka, kebijakan yang inklusif, serta kolaborasi antara pemerintah, FKUB, tokoh agama, dan masyarakat,” lanjutnya.
Kenaikan peringkat sebagai Kota toleran ini memberikan motivasi yang sangat besar bagi Ayep Zaki untuk terus menaikan peringkat dengan harapan meraih peringkat ke tiga.
“Dengan semangat “Sukabumi Bercahaya – Dari Sukabumi untuk Indonesia”, kami optimistis bahwa lima tahun ke depan, Kota Sukabumi akan terus mengejar ketertinggalan dan mampu masuk ke jajaran tiga besar kota paling toleran di Indonesia,”tutupnya. (Her)

