BRANDA.CO.ID – Nama Gunung Eweranda di Garut tentu memancing rasa penasaran, apalagi dengan konotasi yang mungkin muncul di benak banyak orang.
Namun, mari kita kesampingkan dulu pikiran-pikiran “ngeres”, dan menyelami kisah sebenarnya di balik penamaan Gunung Eweranda di Garut ini.
Faktanya, nama Gunung Eweranda memiliki asal-usul yang jauh dari dugaan awal, menyimpan makna lokal yang kaya dan cerita rakyat yang menarik.
Nama “Eweranda” memang terdengar unik dan mungkin membuat sebagian orang berpikir yang “aneh-aneh”. Namun, jangan salah sangka.
Konon, nama ini memiliki asal-usul yang cukup sederhana, dan bahkan sedikit humoris dari masyarakat setempat. Meskipun seringkali disalahartikan, nama Eweranda sama sekali tidak merujuk pada hal-hal yang berbau sensual atau jorok.
Sebaliknya, beberapa versi cerita rakyat atau penuturan warga lokal menyebutkan bahwa nama ini kemungkinan besar merupakan plesetan, atau dialek lokal dari kata-kata yang menggambarkan bentuk atau kondisi tanah/gunung tersebut.
Ada yang mengatakan bahwa “Eweranda” berasal dari frasa dalam bahasa Sunda, yang menggambarkan bentuk gunung yang sedikit miring atau tidak beraturan, atau bahkan tanah yang gembur dan mudah longsor di beberapa bagian.
Namun, detail pastinya bervariasi tergantung siapa yang bercerita. Yang jelas, ini lebih berkaitan dengan geografi dan topografi, bukan hal lain.
Terlepas dari namanya yang bikin penasaran, gunung ini sendiri sebenarnya adalah bagian dari bentang alam Garut yang indah.
Meskipun mungkin tidak sepopuler Gunung Papandayan atau Cikuray untuk pendakian masal, gunung ini seringkali menawarkan pemandangan alam yang asri dan ketenangan yang jarang ditemukan di tempat lain.
Biasanya, area di sekitar gunung ini didominasi oleh perkebunan atau persawahan, memberikan panorama khas pedesaan Sunda.
Bagi para pencinta alam atau mereka yang mencari ketenangan, wilayah sekitar Gunung ini bisa menjadi tujuan menarik untuk sekadar menikmati udara segar dan keindahan alam.

