Pesona Tak Lekang Waktu: Sejarah dan Keindahan Keraton Kasepuhan Cirebon

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Keraton Kasepuhan Cirebon adalah salah satu landmark budaya paling penting di Cirebon, Jawa Barat. Keraton ini tidak hanya menyimpan sejarah panjang Kesultanan, tetapi juga memancarkan keindahan arsitektur dan kekayaan budaya yang memesona.

Keraton Kasepuhan merupakan keraton tertua di Cirebon, didirikan pada abad ke-13, meskipun beberapa sumber menyebutkan pembangunan pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II, cicit dari Sunan Gunung Jati.

Awalnya Keraton Kasepuhan dikenal dengan nama Keraton Pakungwati, nama ini berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati, putri Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati.

Sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Cirebon, Keraton Kasepuhan memiliki peran krusial dalam pembentukan budaya dan ekonomi Cirebon, melalui akulturasi berbagai pengaruh kebudayaan.

Sejarahnya juga mencatat konflik internal dan pembagian kesultanan, namun tempat ini tetap berdiri megah sebagai simbol kekuatan dan ketahanan budaya. Hingga kini, keraton ini tetap aktif sebagai penjaga warisan budaya Cirebon.

Keraton ini memukau dengan arsitektur khas yang memadukan unsur Hindu, Islam, Tiongkok, dan Belanda. Beberapa fitur yang menonjol dari keindahan Keraton Kasepuhan yakni dinding yang didominasi warna putih bersih dengan atap berlapis-lapis dan ornamen ukiran rumit.

Selain itu, bangunan ini merupakan bagian depan keraton yang terletak di tempat lebih tinggi. Terbuat dari bata merah dengan gaya arsitektur Majapahit, Siti Hinggil memiliki lima bangunan tanpa dinding.

Bangunan utama disebut Malang Semirang dengan enam tiang penyangga yang melambangkan rukun iman dalam ajaran Islam, dan total 20 tiang yang melambangkan sifat-sifat Allah.

Bahkan, di dalam kompleks keraton terdapat museum yang menyimpan berbagai koleksi benda pusaka bersejarah. Salah satu yang paling terkenal adalah Kereta Kencana Singa Barong, kendaraan kerajaan bergaya Barok yang hanya dikeluarkan setiap 1 Syawal untuk dimandikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist