Pesan Ranty Rachmatilah dalam Seminar Parenting Digital : Orang Tua Kunci Utama, Bukan Teknologi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menegaskan bahwa karakter anak tidak dibentuk oleh teknologi, melainkan oleh kehadiran dan keteladanan orang tua.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Parenting Digital yang berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Kamis (19/6/2025).

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ‘Aisyiyah ke-108 dan menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan keluarga di era digital.

Dalam pemaparannya, Ranty menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi.

 

“Karakter tidak terbentuk dalam sehari. Ia lahir dari kebiasaan—dari apa yang kita tonton, katakan, dan teladan kan setiap hari,” ujarnya.

Ranty menyampaikan bahwa mendidik anak bukan sekadar mengontrol penggunaan gawai, tetapi lebih dari itu—hadir sebagai pendamping digital yang sadar, peduli, dan konsisten memberikan contoh positif.

Sinergi Peran Ayah dan Ibu

Menurutnya, sinergi antara peran ayah dan ibu sangat menentukan dalam pembentukan karakter anak.

Ibu merupakan fondasi awal yang menanamkan kejujuran, empati, dan nilai-nilai moral, sementara ayah berperan sebagai pelindung, penegak disiplin, dan figur teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Ranty juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan golden time—masa pertumbuhan anak yang tak akan terulang.

“Golden time ini bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga kehadiran secara emosional, spiritual, dan digital,” tegasnya.

Ia mendorong para orang tua untuk membangun koneksi emosional melalui komunikasi harian, menanamkan nilai agama, serta menjadi contoh nyata dalam penggunaan media sosial dan teknologi.

Teknologi Bisa Mendidik, Bisa Juga Menyesatkan

Lebih jauh, Ranty mengibaratkan teknologi sebagai dua mata pisau—bisa menjadi alat bantu pendidikan yang efektif, namun juga bisa membawa dampak negatif jika tidak diarahkan dengan benar.

Oleh karena itu, peran orang tua sangat krusial dalam membatasi waktu layar secara bijak serta mengarahkan teknologi sebagai sarana pembelajaran.

Dalam seminar tersebut, Ranty juga menyampaikan sejumlah poin penting yang perlu diperhatikan orang tua di era digital yakni :

Menanamkan nilai agama dan moral secara konsisten

Membangun komunikasi yang hangat dan penuh kasih

Menjadi panutan dalam perilaku digital yang sehat.

“Karakter anak tidak terbentuk dari nasihat semata, melainkan dari kebiasaan harian yang dicontohkan orang tua secara konsisten,” ungkapnya.

Nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, rasa hormat, dan empati harus menjadi bagian dari pendidikan keluarga yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kolaborasi untuk Ketahanan Keluarga

Seminar ini turut dihadiri oleh berbagai elemen penting di Kota Sukabumi, di antaranya tokoh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Dinas Pendidikan, DP2KBP3A, Diskominfo, MUI, RTIK, serta masyarakat dari beragam latar belakang.

Kehadiran mereka mencerminkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjawab tantangan pengasuhan anak di era digital.

Seminar ini juga menjadi langkah konkret mendukung visi Kota Sukabumi sebagai kota yang Inovatif, Mandiri, Agamis, dan Nasionalis (IMAN) melalui penguatan peran keluarga sebagai pusat pendidikan karakter.***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist