BRANDA.CO.ID – Pondok Pesantren (Ponpes) Azzainiyyah, Kabupaten Sukabumi, menjadi tuan rumah rangkaian acara penuh makna, Rabu (27/8/2025) atau bertepatan dengan 3 Rabiul Awwal 1447 H.
Acara tersebut meliputi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pembukaan Bahtsul Masail Zona 4 PWNU Jawa Barat, Milad ke-45 Ponpes Azzainiyyah, Milad ke-15 Iqomah Nusantara, hingga Muktamar ke-2 Iqomah Nusantara.
Ribuan santri, kiai, dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai daerah hadir memeriahkan kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat, hadoroh, serta wasiat Pangersa Uwa KH. Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab.
Suasana semakin khidmat dengan lantunan Indonesia Raya, Mars Sukabumi, dan Mars Azzainiyyah, karya Almaghfurlah KH. Zezen.
Kemeriahan dilanjutkan dengan seni hadroh, barzanji, tawassul, serta doa bersama yang dipimpin KH. Ubaedilah Harits, Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Barat.
Agenda penting lainnya adalah wisuda Sekolah Bahtsul Masail dengan ribuan peserta dari 55 LBM di Zona 4, peresmian Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Ponpes Azzainiyyah, serta pembacaan hasil Bahtsul Masail PWNU Zona 4 yang meliputi Sukabumi, Cianjur, Depok, dan Bogor.
Pimpinan Ponpes Azzainiyyah, Dr. KH. Aang Abdullah Zein, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantrennya.
“Alhamdulillah, Ponpes Azzainiyyah mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Bahtsul Masail PWNU Jabar. Kami ucapkan selamat datang kepada para guru dan kiai. Semoga acara ini membawa keberkahan bagi santri, umat, dan masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Bahtsul Masail Zona 4 akan berlangsung sehari penuh di Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, dengan menghadirkan sejumlah tokoh besar, termasuk Rois Syuriah PBNU KH. Muh. Musthofa Aqiel Siroj.
“Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan sarana memperkuat ukhuwah, menggali ilmu, serta melanjutkan perjuangan spiritual para ulama,” imbuhnya.
Ketua LBM PWNU Jawa Barat, KH. Zainal Mufid, menegaskan pentingnya Bahtsul Masail bagi NU.
“Hari ini Ponpes Azzainiyyah mencatat sejarah dengan menggelar tiga Bahtsul Masail sekaligus, diikuti santri ikhwan dan akhwat dari berbagai pesantren di Zona 4. Semangat ini luar biasa karena tidak hanya memperkuat ilmu fiqih, tetapi juga tasawuf dan thariqah,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, Dr. KH. Abu Bakar Sidik, mengingatkan pentingnya menjaga wasiat Uwa Zezen.
“Islam harus berjalan beriringan dengan nasionalisme. Amaliyah pribadi, hormat kepada orang tua, serta keseimbangan antara tarekat dan fiqih adalah kunci keberkahan hidup,” tandasnya.***

