BRANDA.CO.ID – Terletak di pegunungan Kabupaten Garut, tepatnya di Desa Sukamenak dan Sukahurip, Kecamatan Wanaraja, Talaga Bodas menyuguhkan pemandangan kawah berupa danau berwarna putih kehijauan.
Talaga Bodas berada pada ketinggian antara 1.500–2.200 mdpl, menciptakan nuansa sejuk dan magis, lengkap dengan lanskap pegunungan hijau dan kabut tipis yang melapisi permukaan air pada pagi hari.
Talaga Bodas mulai dikenal luas sejak salah satu fotografer Belanda keturunan Jerman, Thilly Weissenborn, memasukkannya dalam kartu pos pada 1932, membuat turis asing penasaran dan akhirnya mengunjungi tempat ini.
Sejak itu, pemerintah Hindia Belanda mengukuhkan Talaga Bodas sebagai objek wisata pada 4 Februari 1924. Status alamnya kemudian mengalami beberapa perubahan formal, yakni menjadi Cagar Alam dan Taman Wisata Alam melalui SK pada tahun 1935, kemudian direvisi kembali melalui keputusan penting pada 30 Agustus 2010.
Wisata ini bahkan pernah menjadi sumber inspirasi karya seni klasik. Salah satunya, lukisan karya maestro Raden Saleh berjudul “Lanskap Jawa: Pemandangan Talagabodas”, yang sempat terjual dengan harga fantastis yaitu Rp 7,7 miliar di Singapura.
Menariknya, tak jauh dari telaga, terdapat kolam air panas alami yang ideal untuk relaksasi tubuh sambil menikmati sinar pagi pegunungan. Walau air mengandung belerang yang dipercaya menyehatkan kulit, pengunjung disarankan tidak berendam lebih dari 15 menit.
Bagi yang ingin menjelajah lebih jauh, trekking di sepanjang jalur pegunungan dan hutan sekitar, membuka pandangan ke alam liar yang masih terjaga. Area camping juga tersedia, meskipun pengunjung harus membawa perlengkapan pribadi.
Destinasi ini tak hanya elok secara visual, tetapi juga kaya dengan kisah rakyat dan mitos. Salah satu legenda menyebutkan bahwa telaga terbentuk setelah bencana alam.
Ada pula cerita mistis seperti penampakan wanita cantik yang menghantui pengunjung malam hari, serta kisah legendaris Jaka Tarub dan peri Nawang Wulan di sekitar telaga ini.

