Mengenal Kapak Lonjong, Alat Batu yang Membuka Pintu Sejarah Prasejarah Indonesia

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kapak lonjong, sering disebut sebagai polished axe, merupakan artefak penting dari Zaman Neolitikumatau zaman batu muda di Indonesia.

Kapak lonjong dinamai demikian karena memiliki bentuk yang unik, di mana penampangnya menyerupai elips atau mirip bentuk telur, dengan satu ujung agak lancip yang dipergunakan sebagai tangkai dan sisi lainnya diasah hingga tajam, mencerminkan simetri dan kehalusan pengerjaan yang cukup sophisticated.

Dari hasil penelitian arkeologis, ditemukan bahwa T. Harrison berhasil mengungkap keberadaan kapak lonjong di Gua Niah, Sarawak, dalam lapisan tanah yang diperkirakan berusia sekitar 8.000 tahun.

Di Indonesia, persebaran kapak ini terfokus di wilayah timur, seperti Papua, Maluku, Seram, Flores, Sulawesi, Sangihe‑Talaud, Leti, dan Tanimbar.

Kebudayaan ini sering disebut sebagai Neolitikum Papua, dan menjadi salah satu simbol perkembangan teknologi prasejarah di wilayah timur Nusantara.

Tak hanya di Indonesia, sebaran kapak lonjong juga ditemukan di berbagai belahan Asia, meliputi Myanmar, China, Manchuria, Taiwan, Jepang, Filipina, dan India, menunjukkan jaringan penyebaran budaya yang luas.

Secara fungsional, kapak tradisional ini berperan sebagai alat serba guna dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Neolitikum.

Versi berukuran besar, yang dikenal sebagai Walzenbeil, digunakan dalam aktivitas bercocok tanam, seperti menebang, menggemburkan tanah, dan memanen hasil bumi.

Sedangkan versi kecil, disebut Kleinbeil, bukan alat kerja sehari-hari, melainkan difungsikan sebagai benda pusaka, mungkin bahkan digunakan dalam upacara atau diwariskan sebagai wasiat keluarga,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist