BRANDA.CO.ID – Siapa yang tak ingin urusan jodoh lebih lancar? Di Cirebon, terdapat sebuah tempat bersejarah yang konon dipercaya bisa “mendekatkan jodoh” bagi mereka yang datang, yaitu Gua Sunyaragi.
Selain dikenal sebagai situs sejarah dan peninggalan arsitektur unik, Gua Sunyaragi juga sarat dengan berbagai mitos yang telah turun-temurun dipercaya masyarakat setempat.
Dari lorong misterius hingga patung yang menyimpan pesan moral, setiap sudut Gua Sunyaragi menyimpan cerita menarik yang membuat pengunjung penasaran. Tak hanya soal jodoh, tempat ini juga menyimpan mitos lain yang unik dan penuh makna.
Penasaran apa saja mitos-mitosnya? Berikut ini tiga mitos paling populer di Gua Sunyaragi yang menarik untuk diketahui:
1. Lorong “menuju” Mekah dan Cina
Salah satu mitos menyebut ada suatu lorong di belakang pelataran Gua Argajumut yang berada dalam kompleks Gua Sunyaragi, yang katanya bisa tembus ke Mekah dan ke Cina.
Namun ternyata, lorong tersebut sebenarnya hanya ruangan sempit berukuran sekitar 1×1 meter, bukan benar‑benar jalan ke luar negeri.
Maknanya kemudian dijelaskan bahwa mitos tersebut merupakan simbol dari keberagaman yang menjadi bagian sejarah Cirebon, sebagai pelabuhan yang sejak dulu punya hubungan dagang dan budaya dengan Cina & Arab.
2. Patung “Perawan Sunti”
Di depan mulut Gua Petang dalam kompleks Gua Sunyaragi terdapat sebuah tugu kecil yang disebut Patung Perawan Sunti. Mitosnya: jika seorang gadis yang belum menikah menyentuh patung tersebut, maka konon akan sulit mendapatkan jodoh.
Menurut penjelasan, patung ini memiliki filosofi yang terkait dengan kisah seorang anak perawan yang hamil, dalam versi lokal diyakini terkait dengan kisah Putri Ong Tien yang hamil tanpa melalui hubungan suami‑isteri, lalu datang ke Sunan Gunung Jati, kemudian menikah.
Maknanya mitos ini mengandung nasihat sosial‑budaya, bahwa kehamilan dan kelahiran sebaiknya melalui ikatan yang jelas dalam masyarakat.
3. Gua Kelanggengan
Mitos ketiga menyebut bahwa jika mengunjungi atau melalui Gua Kelanggengan di sini, maka akan mempermudah urusan jodoh.
Meski alasan sosial budayanya belum dikupas secara mendalam, namun secara umum mitos seperti ini menggambarkan harapan masyarakat terhadap “tempat sakral”, yang dianggap bisa membantu aspek kehidupan seperti jodoh, kebahagiaan, dan keberlangsungan rumah tangga.

