BRANDA.CO.ID – Di balik sosok Purbaya Yudhi Sadewa, yang kini menjabat sebagai Menteri Keuangan, terdapat sebuah kisah yang tak kalah menarik dari kiprah dua anaknya.
Putra sulungnya, Yudo Achilles Sadewa, dan putra kedua Purbaya, Yuda Purboyo Sunu, menorehkan prestasi berbeda yang menunjukkan bahwa latarbelakang keluarga tidak selalu menjadi satu‑satunya jalan menuju kesuksesan.
Putra pertama Purbaya Yudhi Sadewa memulai perjalanan finansialnya saat masih di bangku SMP, sekitar tahun 2017–2018, ketika ia dengan tekad sendiri menggunakan modal awal sekitar Rp500.000 dari tabungan pribadinya untuk bereksperimen di dunia trading aset digital.
Yudo Achilles belajar secara otodidak melalui video tutorial, artikel ekonomi dan forum online, memilih untuk memahami sendiri mekanisme pasar aset.
Kegigihan nyatanya membuahkan hasil. Meskipun sempat mengalami kerugian menggali berbagai instrumen seperti kripto, saham, forex, dan bahkan binary option, ia tidak mudah menyerah.
Titik baliknya terjadi ketika berinvestasi pada mata uang digital seperti Shiba Inu, memanfaatkan lonjakan harga ekstrem pada 2022 saat dirinya baru berusia 16 tahun dan berhasil memperoleh keuntungan ratusan juta rupiah.
Lebih mengejutkan, pada tahun 2024 Yudo mengklaim telah mengelola portofolio aset digital senilai sekitar Rp13 miliar. Ia kemudian aktif menjadi kreator konten edukasi keuangan di platform TikTok, menyasar generasi muda agar lebih melek finansial dengan gaya yang mudah dipahami.
Sementara itu, Yuda Purboyo Sunu memilih jalur yang berbeda namun tak kalah ambisius. Ia tercatat sebagai mahasiswa program S1 Teknik Mesin di Universitas Indonesia sejak tahun 2020 dan di sela‑sela studinya merintis bisnis daring: penjualan ikan nila segar lewat platform e‑commerce.
Meski sederhana secara profil, bisnis itu mencerminkan jiwa wirausaha yang kuat. Yuda pernah menghadapi isu bahwa dirinya anak berkebutuhan khusus, karena pengalaman masa kecil dengan gangguan saraf.
Namun setelah menjalani terapi, ia pulih sepenuhnya dan kini aktif menempuh pendidikan sambil menjalankan usahanya, menunjukkan bahwa tantangan bukan menjadi penghalang.
Keduanya, Yudo dan Yuda, menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda bisa memilih jalannya masing‑masing, satu dengan jalan dinamis di dunia trading digital, satunya lagi dengan kombinasi pendidikan formal dan wirausaha, tanpa hanya bergantung pada nama besar orangtua.
Dari kisah ini, tersirat pesan bahwa keberhasilan bukan milik satu jalur saja, tetapi bisa dibangun melalui kerja keras, pembelajaran mandiri, keberanian mengambil risiko, dan kreativitas dalam menciptakan peluang.

