BRANDA.CO.ID – Bandung telah lama dikenal sebagai kota yang kaya akan destinasi wisata, baik yang ringan hingga yang menyentuh sisi misterius. Salah satu yang menarik perhatian adalah Kampung Gajah Wonderland di Kabupaten Bandung Barat.
Dahulu, Kampung Gajah Wonderland dirancang sebagai taman rekreasi keluarga lengkap dengan puluhan wahana bermain, kolam ombak besar yang menyerupai pantai, Big Tornado perosotan raksasa berbentuk corong, ATV, bungee trampoline, dan mini‑zoo.
Di Kampung Gajah Wonderland juga terdapat toko‑toko oleh‑oleh dan restoran, menjadikannya titik populer bagi wisata libur keluarga. Namun nasib berubah.
Penutupan secara resmi terjadi setelah taman rekreasi seluas sekitar 60 hektar milik PT Cahaya Adiputra Sentosa, dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada akhir tahun 2017, dan taman tersebut ditutup pada Mei 2018.
Sejak saat itu, kawasan yang semula ramai kini menjadi sunyi, tanpa penjagaan, dengan bangunan yang usang, wahana berkarat, patung‑patung gajah dipenuhi lumut, dan keseluruhan suasana berubah menjadi lebih mencekam.
Daun‑daun bergesekan terdengar jelas di tempat yang renggang pengunjung, tanaman liar merambat ke area yang dulu dirapikan, menciptakan estetika pasca‑rekreasi yang banyak disebut “wisata horor”.
Di antara kisah‑kisah yang beredar, ada pengunjung yang mengalami pengalaman tak lazim: kameranya dua kali mati secara mendadak ketika mencoba memotret, padahal baterai terisi penuh dan memori masih banyak ruangnya.
Selain itu, drone yang dioperasikan untuk mengambil gambar dari atas mengalami gangguan saat ketinggian tertentu.
Hingga saat ini, belum ada upaya resmi untuk merapikan atau mengubah kawasan tersebut menjadi destinasi terstruktur yang baru. Beberapa pihak justru melihatnya sebagai potensi wisata alternatif, yang menawarkan pengalaman berbeda dari taman bermain pada umumnya.

