BRANDA.CO.ID – Goa Parat, yang juga dikenal sebagai “Goa Keramat”, adalah sebuah gua menarik di kawasan TWA Cagar Alam Pangandaran, Jawa Barat, yang sejak lama menjadi tujuan wisata sekaligus objek legenda lokal.
Di dalam Goa Parat terdapat bebatuan alami yang memiliki bentuk unik menyerupai alat kelamin pria dan wanita, yang disebut oleh penduduk setempat dengan istilah Batu Jodoh atau “batu kelamin.”
Menurut penuturan, batu berbentuk kelamin pria menjulur dari atap Goa Parat, sementara batu berbentuk kelamin wanita terbentang ke bawah dengan sebuah lubang besar di bagian bawahnya; kedua batu tersebut posisinya sejajar.
Masyarakat sekitar dan pengunjung meyakini bahwa siapa pun yang menyentuh batu kelamin lawan jenis, misalnya pria menyentuh batu wanita, atau sebaliknya, akan “dipermudah” untuk menemukan jodoh.
Sementara mereka yang sudah berpasangan dipercaya, bahwa menyentuh keduanya bisa membuat hubungan mereka lebih langgeng.
Petugas setempat, seperti Hadiat Kelsaba, menjelaskan bahwa kisah ini berasal dari legenda lama yang berkembang di kalangan masyarakat lokal. Namun, ia juga menekankan bahwa kepercayaan itu bersifat mitos, bukan sesuatu yang wajib diyakini.
Selain Batu Jodoh, Goa Parat menyimpan daya tarik lain berupa sejumlah formasi batu alam dengan bentuk-bentuk berbeda, seperti batu kristal, batu berbentuk unta, batu cikaracak, hingga batu yang disebut “batu gong.”
Gua ini juga menjadi habitat bagi beberapa satwa, pengunjung bisa menemukan landak, kelelawar, dan ular sapi berwarna coklat muda, meskipun ular tersebut dikatakan “tidak berbahaya.”
Secara geografis, Goa Parat bisa ditempuh dari pintu masuk Cagar Alam Pangandaran, gua ini berada di sisi kiri, dan memiliki panjang sekitar 300 meter ke dalam hutan lindung.
Konon gua ini menjadi salah satu rute yang “tembus” hingga keluar di kawasan Pantai Timur Pangandaran. Di dalamnya juga terdapat dua makam yang diyakini milik tokoh penyebar agama Islam di daerah Pangandaran, yang menurut legenda ikut bersemedi di tempat tersebut.

