Mengenal Kampung Dukuh Garut, Kampung Adat yang Larang Warganya Bekerja Jadi PNS

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kampung Dukuh di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu kampung adat yang hingga kini mempertahankan tradisi dan aturan unik, yang berbeda jauh dari kehidupan modern.

Meski berada di era yang serba praktis, warga di Kampung Dukuh mengikuti aturan tradisional yang ketat, termasuk dalam hal pekerjaan dan aktivitas ekonomi sehari-hari, yang membuat kehidupan di sana tetap sederhana dan penuh nilai budaya.

Kampung Dukuh berada di kawasan yang masih dikelilingi hutan rimbun di selatan, sehingga modernisasi sulit merambah dengan cepat.

Kehidupan masyarakatnya sangat tradisional, tanpa listrik untuk penerangan malam, dengan rumah-rumah yang dibangun dari kayu dan atap dari serabut alang-alang atau ijuk.

Untuk memasak, warga masih menggunakan kayu bakar, dan sumber cahaya pada malam hari hanya lampu cempor yang berbahan minyak tanah.

Salah satu aturan paling mencolok di Kampung ini adalah larangan keras bagi warga, untuk menjual makanan matang hasil masakan sendiri atau membuka usaha kuliner, seperti yang lazim dilakukan di masyarakat lain.

Meski ada warung yang menjual kebutuhan pokok untuk membantu pemenuhan kebutuhan harian, menjual makanan yang dimasak sendiri tetap dianggap pelanggaran berat menurut adat setempat.

Selain itu, penduduk Kampung ini juga dilarang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Larangan ini berakar dari sejarah panjang yang melibatkan pendiri kampung, Syekh Abdul Jalil, yang konon pernah merasa dikhianati oleh seorang bupati saat menegakkan kesepakatan yang berkaitan dengan penerapan hukum Islam di wilayah tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip serta sejarah leluhurnya, warga kampung sampai sekarang tetap menjunjung tinggi larangan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, mayoritas warga Kampung Dukuh menggantungkan hidup pada bertani, berkebun, dan beternak unggas seperti ayam, bebek, atau itik, karena mereka juga dilarang memelihara hewan berkaki empat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist