BRANDA.CO.ID – Situs Karangkamulyan adalah salah satu destinasi wisata sejarah penting di Jawa Barat, yang menyimpan jejak Kerajaan Galuh sekaligus kisah-kisah mitos yang menarik untuk dijelajahi.
Terletak di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Situs Karangkamulyan mudah dijangkau dari jalur selatan Pulau Jawa di antara Bandung dan Cilacap, sehingga sering dijadikan persinggahan oleh pelancong yang melewati rute tersebut.
Dengan luas mencapai sekitar 25,5 hektare, Situs Karangkamulyan dipenuhi hutan rimbun yang memberikan nuansa alami dan sejuk, seakan membawa pengunjung kembali ke masa lalu.
Situs ini diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Galuh yang berdiri antara abad ke-7 hingga abad ke-16, sebuah kerajaan besar dalam sejarah peradaban Sunda.
Sebagai situs cagar budaya, Karangkamulyan kini dilindungi dan dikelola dengan baik oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Di dalam kawasan tersebut terdapat berbagai peninggalan arkeologis, dan struktur yang dahulu merupakan bagian kehidupan kerajaan, seperti Pangcalikan atau singgasana raja, Sanghyang Bedil, Panyabungan Hayam, Lambang Peribadatan, Panyandaan yang terkait dengan tempat permaisuri melahirkan, serta Cikahuripan, lokasi pemandian permaisuri.
Selain itu terdapat pula makam Adipati Panaekan, bangunan Pamangkonan dan bahkan parit kuno yang dulunya menjadi bagian dari sistem pertahanan kerajaan.
Salah satu daya tarik utama Situs Karangkamulyan adalah legenda Ciung Wanara, legenda Sunda yang telah melekat kuat pada lokasi ini. Menurut cerita rakyat, Ciung Wanara adalah putra dari Raja Galuh yang kisahnya mengandung pesan moral tentang akibat perbuatan baik dan buruk dalam kehidupan.
Mitos tersebut masih hidup di benak masyarakat, dan menjadi salah satu hal yang membuat pengunjung tertarik mengenal lebih jauh sejarah tempat ini.
Suasana di Karangkamulyan tidak hanya dipenuhi oleh artefak sejarah, tetapi juga oleh alam yang asri dan keberadaan satwa liar seperti monyet yang berkeliaran di sekitar kawasan hutan situs.
Pengunjung dapat menyusuri “jalan kuno” peninggalan masa lalu yang dipercaya dulu menghubungkan kerajaan dengan wilayah lain, termasuk jalur ke arah Cilacap.
Selain nilai sejarah dan mitos yang mengelilinginya, Situs Karangkamulyan kini juga dilengkapi fasilitas modern seperti rest area yang nyaman bagi wisatawan, untuk beristirahat sambil menikmati sajian kuliner lokal sebelum atau sesudah mengeksplorasi situs purbakala ini.

