Dibalik Subuh yang Menguji dan Kisah Atap Rumah Nelawati yang Roboh, Ada Kekompakan Warga Cisereuh 

BPBD beserta pemerintah dan aparatur setempat tengah melakukan asesmen atap rumah roboh di Kampung Ciseureuh, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi. (Foto:dok BPBD Kota Sukabumi)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID — Dini hari itu, sekitar pukul 04.00 WIB, suasana Kampung Ciseureuh, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, diliputi suara air yang tak henti menghantam atap rumah-rumah warga.

Tak ada yang menyangka, pagi itu akan menjadi musibah bagi perempuan berusia 38 tahun tersebut.

Tiba-tiba, suara retakan terdengar dari sudut rumahnya. Dalam hitungan detik, bagian atap dan dinding rumah roboh, tak sanggup lagi menahan derasnya hujan yang terus mengguyur.

Nelawati yang sudah terbangun hanya bisa pasrah menyaksikan rumah yang selama ini melindungi keluarganya runtuh perlahan.

“Waktu kejadian saya sudah bangun. Alhamdulillah tidak ada korban,” ujarnya lirih, Jumat (23/1/2026).

Rumah sederhana itu bukan sekadar bangunan. Di sanalah tiga kepala keluarga dengan total sekitar 10 jiwa berbagi kehidupan sehari-hari.

Kini, sebagian atap terbuka, dinding retak, dan lantai dipenuhi puing-puing. Di tengah hujan yang belum reda, warga bersama keluarga Nelawati berusaha menutup bagian rumah yang rusak menggunakan terpal seadanya.

Tak lama setelah kejadian, aparat kelurahan dan kecamatan datang meninjau lokasi. Kehadiran mereka setidaknya memberi sedikit rasa tenang di tengah kepanikan dan ketidakpastian yang dirasakan para penghuni rumah.

“Tadi dari kelurahan dan kecamatan sudah datang melihat langsung kondisi rumah,” tutur Nelawati.

Rumah itu adalah satu-satunya tempat berlindung yang mereka miliki. Di sela hujan dan dinginnya pagi, harapan pun disematkan harap agar ada uluran tangan dan solusi dari pemerintah.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist