Pesan Wakil Wali Kota pada Rapat Pematangan RKPD 2027 di Bappeda 

Wakil Wali Kota Sukabumi menghadiri rapat di Bappeda dan membahas berbagai isu strategis. (Foto:Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Pemerintah Kota Sukabumi mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027. Fokus utama ditegaskan pada dua sektor krusial: penanganan sampah dan penguatan infrastruktur.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, belum lama ini.

“Untuk pembangunan tahun 2026 dan seterusnya, Pemkot harus fokus pada penanganan sampah dan infrastruktur,” tegas Bobby dalam rapat pembahasan rencana kerja Bappeda tahun 2027.

Sampah Harus Ditangani dari Hulu
Dalam arahannya, Bobby menekankan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Penanganannya harus dimulai dari hulu, melalui perubahan pola pikir dan edukasi masyarakat sejak dini.

Ia mencontohkan keberhasilan Jepang dalam mengelola sampah melalui pendidikan karakter yang ditanamkan sejak usia anak-anak.

Menurutnya, langkah edukatif juga sudah mulai diterapkan di Kota Sukabumi, salah satunya dengan menerima kunjungan siswa PAUD untuk diberikan pemahaman tentang pengelolaan sampah.

“Pengelolaan memang harus dari hulu dan penting dikenalkan kepada warga kota sejak usia dini,” ujarnya.

Infrastruktur dan Fiskal Harus Sejalan
Tak hanya lingkungan, Bobby juga menyoroti pentingnya penguatan fiskal daerah. Ia menyebut normalisasi pajak daerah akan berjalan efektif apabila diiringi pelayanan publik yang optimal.
Pembangunan infrastruktur yang baik, kata dia, akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Ketika masyarakat melihat kesungguhan pemerintah membangun, mereka akan tergerak bersama-sama meningkatkan fiskal daerah,” tambahnya.

Perencanaan Harus Punya Visi
Lebih jauh, Bobby mengingatkan bahwa setiap rencana pembangunan harus dilandasi visi dan harapan yang kuat. Pemerintah, menurutnya, harus memiliki manifestasi atau impian besar yang diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Setiap rencana yang kita buat adalah harapan yang dapat terwujud, selama kita tidak kehilangan niat baik dan ikhtiar dalam membangun Kota Sukabumi,” katanya optimistis.

Empat Isu Strategis 2027

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asari, memaparkan sejumlah isu strategis yang akan menjadi prioritas perencanaan tahun 2027.

Pertama, persiapan pembangunan strategis sebagai dampak keberadaan Tol Bocimi, yang diproyeksikan mendorong pertumbuhan wilayah.

Kedua, aktivasi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah diharapkan hadir di titik-titik keramaian dan potensi ekonomi yang berkembang mengikuti dinamika masyarakat.

Ketiga, penyiapan kawasan industri guna menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Langkah ini dinilai penting untuk menjawab tantangan pengangguran serta meningkatkan daya saing daerah.
Keempat, optimalisasi sektor ekonomi kreatif yang dinilai sangat relevan bagi kawasan perkotaan dan berpotensi tumbuh berkelanjutan melalui inovasi serta kolaborasi lintas perangkat daerah.

1.133 Inovasi Siap Dikurasi

Dalam forum tersebut terungkap, sebanyak 1.133 inovasi telah dikirimkan oleh perangkat daerah. Seluruhnya akan melalui proses kurasi guna memastikan efektivitas dan keberlanjutannya.

Bappeda juga berencana membentuk tim inovatif yang beranggotakan aparatur berprestasi yang telah mengembangkan inovasi dan meraih penghargaan. Tim ini diharapkan mampu mentransfer pengalaman dan praktik baik ke perangkat daerah lainnya.

Dengan fondasi perencanaan yang terarah dan berbasis inovasi, Pemkot Sukabumi menargetkan pembangunan 2027 tidak hanya berjalan administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. (Ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist