BRANDA.CO.ID – Musim kemarau di Indonesia tidak hanya identik dengan cuaca panas dan udara kering, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai penyakit pada anak.
Perubahan suhu ekstrem, paparan debu, hingga keterbatasan air bersih menjadi faktor utama yang memicu gangguan kesehatan selama musim kemarau. Anak-anak termasuk kelompok paling rentan karena sistem imun mereka belum berkembang sempurna.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bahkan mengingatkan bahwa cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino berpotensi meningkatkan kasus dehidrasi, heat stroke, hingga penyakit saluran pernapasan pada anak.
Jenis Penyakit Musim Kemarau pada Anak
1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling sering muncul saat musim kemarau. Debu dan polusi udara yang meningkat dapat membawa virus maupun bakteri ke saluran pernapasan anak. Gejala umum ISPA meliputi:
– Batuk
– Pilek
– Sakit tenggorokan
– Demam
– Sesak napas
Udara yang kering juga membuat saluran hidung lebih mudah iritasi sehingga fungsi penyaringan kuman menjadi menurun.
2. Diare dan Gangguan Pencernaan
Ketersediaan air bersih yang berkurang saat kemarau meningkatkan risiko kontaminasi bakteri seperti E. coli. Selain itu, cuaca panas membuat lalat lebih aktif dan mudah menyebarkan kuman pada makanan anak. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
– Diare berulang
– Muntah
– Nyeri perut
– Demam
– Tubuh lemas
Jika tidak segera ditangani, diare dapat menyebabkan dehidrasi serius pada anak.
3. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Meski sering dikaitkan dengan musim hujan, DBD juga dapat meningkat saat musim kemarau. Tempat penampungan air yang jarang dikuras menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Gejala DBD meliputi:
– Demam tinggi mendadak
– Nyeri otot dan sendi
– Muncul bintik merah
– Mimisan
– Tubuh lemas
Cuaca panas justru dapat mempercepat siklus hidup nyamuk sehingga populasinya bertambah lebih cepat.
4. Penyakit Kulit dan Mata
Paparan sinar matahari berlebihan dan debu dapat memicu berbagai masalah kulit serta iritasi mata pada anak. Beberapa gangguan yang sering muncul yaitu:
– Biang keringat
– Iritasi kulit
– Infeksi jamur
– Mata merah atau konjungtivitis
Kondisi ini biasanya lebih sering terjadi pada anak yang aktif bermain di luar ruangan saat cuaca panas.
5. Dehidrasi dan Heat Stroke
Cuaca panas membuat tubuh anak kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat. Anak-anak sering kali lupa minum karena terlalu aktif bermain. Gejala dehidrasi dan heat stroke meliputi:
– Haus berlebihan
– Pusing
– Kulit terasa panas
– Mata cekung
– Lemas
– Suhu tubuh tinggi
Dalam kondisi berat, heat stroke dapat membahayakan nyawa karena sistem pengatur suhu tubuh gagal bekerja normal.

