BRANDA.CO.ID – Dodol Garut merupakan salah satu oleh-oleh khas Indonesia yang sangat terkenal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat. Camilan tradisional ini memiliki tekstur kenyal, rasa manis legit, serta aroma santan yang khas.
Selain populer sebagai makanan khas daerah, dodol Garut juga sudah dikenal sejak lama dan menjadi bagian dari industri kuliner tradisional Indonesia, sejak sekitar tahun 1920-an hingga berkembang pesat hingga sekarang
Dodol Garut ini sendiri adalah makanan berbahan dasar tepung ketan, gula, dan santan yang dimasak dalam waktu lama hingga mengental dan bertekstur kenyal. Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan, karena adonan harus terus diaduk agar tidak gosong dan menghasilkan tekstur yang sempurna.
Berikut Bahan Membuat Dodol Garut
– 500 gram tepung ketan putih
– 1 kg gula merah atau gula jawa
– Santan dari 2–3 butir kelapa
– Sejumput garam
– Daun pandan (opsional untuk aroma)
Cara Membuat
1. Masukkan tepung ketan, santan, gula merah, dan garam ke dalam wajan besar. Aduk hingga rata sebelum dipanaskan agar tidak menggumpal.
2. Masak adonan sambil terus diaduk tanpa henti. Proses ini biasanya memakan waktu 3–4 jam hingga adonan mulai mengental.
3. Adonan akan berubah warna menjadi cokelat tua dan mulai mengeluarkan minyak alami dari santan. Ini tanda dodol hampir matang.
4. Setelah matang, tuang adonan ke loyang yang sudah diolesi minyak. Ratakan dan biarkan dingin hingga mengeras.
5. Setelah dingin, dodol dipotong kecil-kecil lalu dibungkus menggunakan plastik atau daun pisang.
Tips Agar Dodol Berhasil
– Gunakan wajan tebal agar panas merata
– Aduk terus tanpa berhenti agar tidak gosong
– Gunakan api kecil untuk hasil terbaik
– Santan segar akan menghasilkan rasa lebih gurih
Fakta Menarik Dodol Garut
– Dodol Garut sudah dikenal sebagai oleh-oleh khas sejak awal abad ke-20
– Industri dodol di Garut berkembang sejak sekitar tahun 1926
– Awalnya dibuat secara tradisional, kini sudah banyak menggunakan teknologi modern
– Bisa memiliki berbagai varian rasa seperti cokelat, stroberi, hingga durian
– Tanpa pengawet, tetapi bisa tahan cukup lama karena proses memasaknya

