Kisah Anantasari, Mantan Dosen ITB yang Bangun Bisnis Laundry Dari Sampah Buah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Belakangan ini, jagat media sosial dihebohkan oleh kisah inspiratif seorang mantan dosen sekaligus alumni Magister Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Anantasari, S.Si., MT.

Lewat akun Instagram pribadinya @nanta2208, Anantasari yang aktif sebagai penggerak lingkungan ini, viral setelah membagikan inovasi bisnis laundry unik miliknya yang tidak menggunakan deterjen kimia konvensional, melainkan memanfaatkan sampah kulit buah.

Bisnis laundry Anantasari bernama Binatu Koe yang berlokasi di Bintaro Sektor 3A, Tangerang, Banten, ini berhasil mencuri perhatian warganet. Pasalnya, selain pakaian menjadi bersih, air sisa cucian dari laundry ini terbukti aman dan bisa langsung digunakan kembali untuk menyiram tanaman.

Saat dikonfirmasi, ia mengungkapkan bahwa ide awal dari bisnis laundry ramah lingkungan ini lahir dari keresahan pribadinya yang mendalam terhadap kelestarian ekosistem di sekitar tempat tinggalnya.

“Ide awal pemakaian sabun ini karena panggilan hati untuk tidak semakin mencemari lingkungan sekitar, khususnya selokan. Karena limbah air cucian dialirkan langsung ke selokan,” tutur Ananta.

Didorong oleh niat tulus menjaga bumi, ibu rumah tangga ini memutuskan untuk memproduksi sendiri bahan pembersih pakaian berbasis organik yang kemudian diimplementasikan langsung pada operasional usaha laundry-nya.

Rahasia pakaian bersih tanpa deterjen kimia di Binatu Koe terletak pada perpaduan formula buatan mandiri, yaitu cairan eco enzyme dan MES (Methyl Ester Sulfonate).

MES sendiri merupakan surfaktan anionik atau bahan aktif pembersih yang diekstrak langsung dari minyak nabati. Berbeda dengan bahan kimia sintetis pada deterjen biasa, zat berbasis alami ini jauh lebih mudah terurai oleh alam, sehingga meminimalkan limbah berbahaya yang mencemari sumber air.

Sementara itu, cairan eco enzyme yang digunakan berasal dari fermentasi sampah organik, seperti kulit buah jeruk, nanas, dan sisa buah segar lainnya.

Menurut Ananta, penggunaan racikan alami ini tidak hanya ampuh mengangkat kotoran, tetapi juga sukses memangkas biaya operasional bisnis secara signifikan sehingga lebih hemat dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat yang tertarik mencoba gaya hidup minim limbah (zero waste), Ananta secara mendetail membagikan rumus pembuatan cairan difermentasi ini:

– Rumus Perbandingan: 1 bagian gula : 3 bagian bahan organik : 10 bagian air.

– Bahan: Gula (gula merah, gula tebu, molase, atau tetes tebu), limbah organik segar (kulit buah atau bonggol sayur), dan air (air tanah, sumur, air hujan, atau air buangan AC).

– Proses: Campurkan semua bahan dalam wadah rapat, lalu biarkan melalui masa fermentasi selama 90 hari atau 3 bulan.

Inovasi serbaguna ini tidak hanya terbatas untuk mencuci baju, tetapi juga bisa diaplikasikan untuk kebutuhan rumah tangga lain seperti sabun mandi, pencuci piring, hingga pembersih lantai.

Ananta bahkan kerap membuka kelas online maupun mempersilakan masyarakat datang ke kediamannya, untuk belajar langsung demi mewujudkan lingkungan yang lebih hijau.

Meski mengusung konsep go-green dengan bahan premium racikan sendiri, tarif jasa yang ditawarkan oleh Binatu Koe tetap sangat ramah di kantong masyarakat sekitar.

Berikut adalah daftar harga dan layanan di Binatu Koe:

  • Jasa Cuci + Setrika (Kiloan): Rp 8.000 per kilogram.
  • Jasa Cuci Lipat / Setrika Saja: Rp 6.000 per kilogram.
  • Layanan Satuan: Menerima pakaian tertentu, bedcover, selimut, hingga gorden.
  • Sistem Operasional: Menggunakan metode drop off serta layanan antar-jemput (pick up-delivery). Ada juga paket langganan bulanan khusus keluarga.

Demi menjaga higienitas, Binatu Koe menerapkan aturan ketat berupa sistem “Satu Pelanggan, Satu Mesin”, sehingga pakaian antar-konsumen dijamin tidak akan saling bercampur.

Langkah inovatif yang diambil oleh Anantasari ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para tetangga dan warga sekitar.

Kehadiran Binatu Koe membuktikan bahwa bisnis UMKM tidak hanya bisa mendatangkan keuntungan finansial, tetapi juga mampu menjadi solusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup dari rumah sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist