Challenge Baca Ayat Al-Qur’an di The Sounds Project Viral, Polisi Panggil EO dan MC

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Video sebuah challenge di festival musik The Sounds Project mendadak viral dan menuai sorotan publik. Dalam video tersebut, seorang pengunjung terlihat mengikuti tantangan di salah satu booth yang berada di area festival, lalu membacakan salah satu ayat dari Al-Qur’an.

Peristiwa itu kemudian ramai dibicarakan karena challenge tersebut dinilai menyinggung persoalan agama. Polisi pun turun tangan untuk mendalami kejadian, yang diduga berlangsung di festival musik The Sounds Project, kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu malam, 9 Agustus 2026.

Kasus ini bermula dari beredarnya sebuah video di media sosial X. Video tersebut diunggah oleh akun @Jakartatalk, dan memperlihatkan sebuah merek minuman mengadakan aktivitas challenge kepada salah satu pengunjung festival The Sounds Project.

Dalam rekaman itu, pengunjung yang mengikuti tantangan terlihat membacakan salah satu ayat dari kitab suci Al-Qur’an. Video tersebut kemudian menyebar dan mendapat perhatian luas dari warganet.

Peristiwa yang terjadi di area festival tersebut akhirnya memunculkan dugaan adanya tindakan penistaan agama. Kepolisian kemudian mengambil langkah untuk mencari tahu secara lebih lengkap mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lokasi acara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan peristiwa tersebut diduga terjadi pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.

Lokasinya berada di kawasan Ancol, Jakarta Utara, tepatnya di area festival musik The Sounds Project. Karena video tersebut sudah menjadi perhatian publik, kepolisian kemudian melakukan pendalaman.

Polsek Pademangan berkoordinasi dengan pihak penyelenggara acara atau event organizer (EO), serta pemilik booth yang berada di lokasi. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan terkait kejadian yang terekam dalam video viral tersebut.

“Guna memproses kasus tersebut, Polsek Pademangan telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara acara (event organizer/EO) dan pemilik stan (booth) di lokasi untuk mendukung kelancaran proses hukum,” ucapnya.

Penyelidikan kasus ini kemudian berlanjut dengan rencana pemanggilan sejumlah pihak, yang dianggap mengetahui kejadian tersebut. Polisi menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan pemandu acara atau master of ceremony (MC) pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Klarifikasi ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih jelas rangkaian kejadian yang berlangsung di booth tersebut, termasuk bagaimana challenge itu bisa terjadi dan siapa saja pihak yang terlibat.

Setelah proses klarifikasi dan administrasi penyelidikan dilengkapi, polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan bagaimana kelanjutan status hukum dari dugaan kasus tersebut.

Di tengah ramainya video tersebut, pihak penyelenggara The Sounds Project juga sudah memberikan tanggapan melalui akun resminya.

Penyelenggara menyampaikan permohonan maaf terkait kejadian yang menjadi sorotan. Mereka juga menegaskan bahwa challenge tersebut terjadi di luar arahan atau persetujuan resmi pihak penyelenggara.

“Kami tidak pernah dan tidak akan pernah menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama,” tulis akun tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist