Si Jago Merah Mengamuk di Desa Sade Lombok, Sejumlah Rumah Tradisional Hangus

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kebakaran melanda kawasan wisata rumah adat Desa Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 Wita itu membuat rumah-rumah tradisional di Desa Sade tersebut terbakar. Petugas pemadam kebakaran bersama warga pun langsung berupaya menangani kobaran api, dan mengevakuasi masyarakat yang tinggal di kawasan rumah adat Sade.

Kepala Desa Rembitan Lalu Winakse mengatakan dirinya langsung berada di lokasi, setelah menerima informasi mengenai kebakaran. Bersama warga dan pihak terkait, ia ikut mengoordinasikan proses penanganan, termasuk pemadaman dan evakuasi warga yang tinggal di rumah-rumah adat Desa Sade tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan menyebut, petugas dan armada pemadam telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Hingga laporan awal dibuat, proses penanganan kebakaran masih berlangsung.

Penyebab Kebakaran Belum Dipastikan

Penyebab kebakaran Desa Sade Lombok hingga saat ini belum dapat dipastikan. Kepala Desa Rembitan juga menyampaikan bahwa dirinya belum mengetahui penyebab pasti kebakaran karena petugas dan warga masih fokus menangani situasi di lapangan.

“Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, apakah itu akibat arus pendek listrik atau faktor lain,” ujarnya.

Sejumlah informasi dari warga menyebut dugaan korsleting kabel listrik sebagai pemicu kebakaran. Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan warga dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kejadian. Karena itu, penyebab pasti kebakaran masih perlu menunggu keterangan dari pihak berwenang.

Rumah Adat Sade Memiliki Nilai Budaya Tinggi

Kebakaran ini menjadi perhatian, karena Desa Wisata Sade dikenal sebagai salah satu kawasan yang memperlihatkan kehidupan dan arsitektur tradisional masyarakat Suku Sasak di Lombok.

Rumah adat di kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sosial, ritual adat, dan budaya masyarakat setempat.

Bangunan tradisional Sade memiliki karakteristik yang khas. Rumah-rumahnya menggunakan material seperti kayu dan bambu, sementara bagian atapnya menggunakan jerami atau alang-alang.

Dinding rumah umumnya berupa anyaman bambu atau bedek. Struktur bangunan tradisional tersebut menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sasak.

Karakter material bangunan yang mudah terbakar juga membuat api berpotensi cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Sejumlah laporan di lapangan menyebut banyak rumah adat terdampak kebakaran, meski jumlah pasti bangunan yang terbakar masih menunggu pendataan resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist