Diseminasi Intelijen Keimigrasian 2026, Perkuat Sinergi Antarlembaga Hadapi Ancaman Transnasional

Pemukulan Goong oleh Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo sebagai simbolis dibuka nya kegiantan Diseminasi Penguatan Penyusunan Produk Intelijen Keimigrasian Tahun Anggaran 2026 yang digelar di salah satu hotel di kawasan Puncak, Cipas, Kabupaten Cianjur, Rabu (23/9/2026). Foto: Ist
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID — Dinamika lingkungan strategis, baik di tingkat global, regional, maupun nasional, kian hari kian kompleks. Pergerakan dan lalu lintas warga negara asing (WNA) yang masuk dan keluar Indonesia kini tidak hanya berkaitan dengan tenaga kerja asing (TKA), tetapi juga membawa potensi kejahatan transnasional hingga risiko infiltrasi dari negara lain.

​Menanggapi tantangan tersebut, Direktorat Intelijen Keimigrasian bergerak cepat untuk memperkuat kedaulatan dan keamanan negara.

Salah satu langkah konkrit yang diambil adalah dengan melaksanakan kegiatan “Desiminasi Penguatan Penyusunan Produk Intelegen Keimigrasian Tahun Anggaran 2026″ di Salah satu Hotel di kawasan Puncak Cipas Cianjur, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang bertujuan untuk memperketat pengawasan serta meningkatkan kualitas pelaporan dan analisis intelijen di seluruh jajaran keimigrasian ini, diikuti oleh perwakilan kantor imigrasi dari sejumlah wilayah di Indinesia.

​Direktur Intelijen Keimigrasian, Agus Waluyo, menegaskan pentingnya kewaspadaan tinggi serta kolaborasi lintas lembaga dalam mengantisipasi segala bentuk ancaman keselamatan bangsa.

​”Dinamika global dan nasional saat ini berimplikasi langsung pada kedaulatan negara. Lalu lintas orang asing sangat kompleks, mulai dari TKA, potensi transnational crime, hingga infiltrasi asing. Ini membutuhkan tanggapan, kewaspadaan, dan antisipasi yang sangat tinggi dari seluruh jajaran intelijen keimigrasian,” ujar Agus Waluyo dalam sambutannya.

​Agus menambahkan, intelijen keimigrasian tidak dapat berdiri sendiri. Penguatan jaringan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai instansi keamanan seperti BAIS TNI, BIN, hingga Polri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas nasional.

Melalui kegiatan penguatan kapasitas ini, sambung Agus, para personel diharapkan mampu menyerap seluruh ilmu dan wawasan dari para narasumber ahli.

“Dengan demikian, setiap data dan analisis yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak signifikan serta rekomendasi yang tepat sasaran dalam memitigasi potensi gangguan keamanan di wilayah Indonesia,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist