BRANDA.CO.ID – Majelis PAUD DASMEN Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat dengan bangga menyelenggarakan acara Pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Aisyiyah Jawa Barat secara daring, Kamis (26/12/2024).
Panitia penyelenggara, Rachminawati SH, MA, Ph.D menyampaikan, acara yang mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Inklusif melalui PKBM Aisyiyah Berbasis Islam Berkemajuan” itu bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pendirian dan pengelolaan PKBM sesuai dengan prinsip dan kaidah Aisyiyah.
“Karena pendidikan masyarakat melalui PKBM menjadi salah satu fokus utama Aisyiyah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan non-formal di berbagai daerah,”kata Rachminawati
Dalam hal ini, lanjut Rachminawati, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat berkomitmen untuk melanjutkan inisiatif Pelatihan Pendirian PKBM yang sebelumnya dilakukan oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah (PPA) untuk Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Jawa Barat.
Pelatihan ini terdiri dari dua sesi daring dan satu sesi luring.
“Sesi daring dirancang untuk dapat diikuti oleh sebanyak mungkin peserta, memberikan akses luas bagi mereka untuk belajar dan memperdalam pemahaman mengenai PKBM,”ujarnya.
Sementara itu, masih kata Rachminawati, sesi luring terbatas untuk dua peserta dari setiap PDA yang telah mengikuti pelatihan daring 1 dan 2 secara penuh.
“Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta yang mengikuti sesi luring sudah memiliki pemahaman yang cukup dan siap untuk mengimplementasikan materi yang telah dipelajari,”sambungnya.
Rachminawati berharap, gambaran umum tujuan dari pelatihan tersebut bisa mendukung kualitas pendidikan masyarakat.
“Kami berharap pelatihan ini akan memberikan pemahaman mendalam mengenai cara mendirikan dan mengelola PKBM secara efektif, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan,”tandasnya.
Ketua Majelis PAUD DASMEN, Dr. Nidaul Hidayah, M.Si, berharap melalui PKBM ini, program pendidikan yang diberikan kepada masyarakat akan lebih fleksibel, inovatif, dan berbasis pada nilai-nilai Islam. Ia menegaskan bahwa pendidikan melalui PKBM tidak hanya bertujuan untuk kesetaraan jenjang pendidikan, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan kehidupan sesuai dengan kebutuhan di setiap daerah.
“Aisyiyah membuka kesempatan belajar tanpa batas usia, gender, atau status sosial. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kita untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif,”singkatnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat l,Hj. Dra. Ia Kurniati, menegaskan bahwa PKBM bukan hanya untuk mereka yang putus sekolah atau yang memiliki masalah ekonomi, tetapi juga untuk setiap individu yang memiliki semangat untuk terus belajar.
“Aisyiyah sebagai organisasi gerakan perempuan berkemajuan berlandaskan Islam, bergerak untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat. PKBM ini adalah solusi untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih luas dan merata,”kata Hj. Dra. Ia Kurniati.
Dalam acara dihadirkan dua narasumber yang kompeten dalam bidang PKBM, Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kota Bandung, Drs. H. Abdul Gaos, M.Pd,membahas kebijakan terkait PKBM serta Ketua Divisi PENMAS, Majelis PAUD DASMEN Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat, Ana Widyastuti, MM., M.Pd, memaparkan strategi dalam pendirian PKBM yang efektif.
Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta kesungguhan yang ditunjukkan oleh para peserta, dengan kestabilan kehadiran yang mencapai angka tertinggi 90 peserta dan hingga acara selesai tercatat 73 peserta aktif.
Hal ini menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mengikuti pelatihan dan komitmen yang kuat terhadap pengembangan pendidikan masyarakat melalui PKBM.
Diharapkan, pelatihan ini dapat memperkuat kapasitas peserta dalam mendirikan dan mengelola PKBM yang berkualitas, serta memberi dampak positif dalam memajukan pendidikan di Jawa Barat, khususnya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan yang inklusif dan berbasis Islam. ***

