Tahu Getuk? Ternyata Ini Kisah Awal Mula Cemilan Manis yang Melegenda

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Getuk, dengan teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis gurih, adalah salah satu permata kuliner Jawa yang telah melampaui generasi.

Lebih dari sekadar camilan, getuk menyimpan cerita panjang tentang kesederhanaan, kreativitas, dan kearifan lokal masyarakat Jawa dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Singkong, sebagai bintang utama dalam pembuatan getuk, bukanlah tanaman asli Nusantara. Diperkirakan singkong baru masuk ke Jawa pada abad ke-19, dibawa oleh penjajah Belanda dari Amerika Selatan. Sebelum kedatangan singkong, masyarakat Jawa telah memiliki beragam teknik mengolah umbi-umbian lokal seperti ubi jalar dan talas menjadi berbagai jenis makanan.

Lalu ketika singkong mulai diperkenalkan dan mudah dibudidayakan, masyarakat Jawa dengan keahlian kulinernya mencoba mengolahnya dengan teknik serupa yang telah mereka kuasai.

Dari sinilah, ide untuk menumbuk singkong yang telah direbus dan dicampur dengan pemanis alami seperti gula kelapa atau aren kemungkinan besar muncul. Proses penumbukan inilah yang kemudian melahirkan tekstur khas getuk yang lembut dan sedikit kenyal.

Nama getuk sendiri diambil dari bunyinya yaitu “tuk-tuk” atau salah satu kegiatan menumbuk singkong hingga halus. Selain itu beberapa orang juga mengartikan nama hidangan ini berasal dari “Pas Digigit Manthuk-Manthuk” arti manthuk-manthuk menandakan makanan tersebut enak.

Beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur bahkan memiliki variasi getuk dengan ciri khas masing-masing, baik dari segi bahan tambahan maupun cara penyajian.

Contohnya seperti getuk lindri, getuk trio magelang, getuk gulung, getuk goreng sokoraha, getuk pisang Kediri, getuk ubi, dan getuk talas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist