Bukan dari Ambon! Ini Asal-Usul Bika Ambon yang Ternyata dari Medan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Siapa yang tak kenal Bika Ambon? Kue berwarna kuning cerah dengan tekstur berongga yang khas ini selalu berhasil menggoda selera. Rasanya yang manis legit dengan aroma pandan yang semerbak, menjadikannya salah satu ikon kuliner Indonesia.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa kue Bika Ambon ini justru menyandang nama “Ambon” padahal popularitasnya justru melejit dari Medan, Sumatera Utara? Mari kita telaah lebih dalam asal-usul yang menyimpan cerita menarik di baliknya.

Meskipun namanya mengarah ke timur Indonesia, jejak sejarah hidangan Bika Ambon justru kuat tertanam di jantung kota Medan.

Berbagai sumber dan cerita turun-temurun mengindikasikan, bahwa kue ini pertama kali muncul dan berkembang di kota terbesar di Sumatera Utara tersebut. Lantas, bagaimana bisa nama “Ambon” melekat padanya?

Terdapat beberapa teori yang mencoba menguak misteri penamaan kue Bika. Salah satu teori yang cukup populer mengaitkannya dengan lokasi pertama kali kue ini dijual atau dipopulerkan.

Konon, dahulu kala, terdapat sebuah kedai atau warung yang menjual kue serupa di persimpangan jalan Ambon di kota Medan.

Karena kelezatannya yang unik, kue tersebut kemudian dikenal oleh masyarakat luas sebagai “Bika dari Jalan Ambon,” yang lambat laun disingkat menjadi Bika Ambon.

Teori lain menyebutkan bahwa seorang perantau dari Ambon yang tinggal di Medan memiliki resep kue serupa. Ia kemudian membuat dan menjualnya, sehingga masyarakat setempat familiar dengan sebutan “Bika Ambon” untuk kue buatannya.

Meskipun tidak persis sama dengan Bika  yang kita kenal sekarang, namun hal ini bisa menjadi cikal bakal penamaannya.

Terlepas dari mana teori yang paling akurat, satu hal yang pasti adalah hidangan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Medan.

Keunikan teksturnya yang berongga seperti sarang semut, rasa manis yang pas, serta aroma pandan yang khas menjadikannya oleh-oleh wajib bagi siapa saja yang berkunjung ke Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist