BRANDA.CO.ID – Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya pemimpin untuk tidak hanya memerintah dari balik meja, tetapi juga berada di antara masyarakat, peka terhadap keluhan, dan aktif terlibat dalam setiap langkah pembangunan.
Pernyataan itu disampaikan ketika Gubernur berada di Kabupaten Sukabumi untuk kegiatan Abdi Nagri Nganjang Ka Warga, Sabtu lalu (2/8/2025).
Dalam acara yang menggabungkan pelayanan masyarakat dan hiburan rakyat, hadir pula beberapa kepala daerah, termasuk Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki.
Dalam pandangan Gubernur KDM, seorang pemimpin ideal bukanlah yang berjarak, melainkan yang selalu ada di tengah-tengah masyarakatnya.
“Kegiatan ini adalah jawaban dari harapan rakyat. Pemimpin bukan hanya duduk di balik meja, tapi harus hadir, mendengar, dan bergerak bersama warga,” tutur KDM.
Selain menyoroti pentingnya kehadiran pemimpin, KDM juga menyampaikan perlunya membangun mental petarung dalam diri generasi muda melalui pendidikan yang membumi, dan berbasis pengalaman langsung.
Ia mencontohkan bahwa kegiatan study tour tidak harus dilakukan ke luar kota atau ke tempat-tempat wisata yang mahal. Menurutnya, pembelajaran yang bermakna justru bisa dimulai dari lingkungan sekitar.
Abdi Nagri Nganjang Ka Warga menjadi momentum bagi para pemimpin daerah untuk merefleksikan kembali orientasi pelayanan publik yang lebih dekat dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Melalui pendekatan yang merakyat, Gubernur Jawa Barat berharap seluruh jajaran pemerintahan di tingkat kota dan kabupaten mampu menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga partisipatif dan empatik.

