BRANDA.CO.ID – Nasi tiwul adalah makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari singkong. Makanan ini memiliki sejarah panjang dan kaya akan nilai gizi.
Nasi tiwul sendiri sudah ada sejak masa penjajahan Jepang. Pada saat itu, beras sulit didapatkan dan harganya mahal. Sebagai alternatif, masyarakat Jawa mengolah singkong menjadi tiwul.
Istilah “tiwul” berasal dari bahasa Jawa yang berarti singkong yang sudah mengering. Kuliner nasi tiwul ini menjadi sajian pokok yang dikonsumsi warga, terutama di daerah seperti Wonosobo, Gunungkidul, Wonogiri, Pacitan, dan Blitar.
Proses pembuatannya dimulai dengan pemilihan singkong yang dikupas, diparut, dan diperas hingga airnya terpisah. Ampas singkong kemudian dikukus hingga matang dan berwarna kecokelatan.
Setelah itu, tiwul dijemur di bawah sinar matahari hingga kering, lalu digerus atau diuleg hingga menjadi bubuk halus. Bubuk ini diayak untuk mendapatkan tekstur lembut dan kenyal.
Rasa nasi ini sangat unik dan autentik. Teksturnya kenyal dan lembut. Biasanya, hidangan ini cocok dimakan langsung atau disantap dengan tambahan sambal atau gulai.
Selain itu, kuliner ini juga dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti nasi tiwul goreng, nasi tiwul balado, atau nasi tiwul kari. Nasi ini bahkan dapat dihidangkan dengan lauk pauk seperti baceman tahu tempe, urapan sayur, hingga ikan asin.
Singkong, sebagai bahan utama nasi tiwul, memiliki kandungan gizi yang bermanfaat. Sehingga hidangan ini dilengkapi dengan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan.
Kandungan vitamin B kompleks di dalamnya juga dapat membantu mengatasi penyakit anemia. Selain itu, singkong kaya akan serat yang dapat membantu menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan pencernaan.

