BPR Kota Sukabumi Pasang Target Aset Rp500 Miliar dalam 5 Tahun, Fokus Perluas Nasabah dan Inovasi Produk

Direktur Utama baru BPR Kota Sukabumi, Sutrisno Priyosuryono. (Ist)
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan pertumbuhan aset BPR Kota Sukabumi dari Rp50 miliar menjadi Rp500 miliar dalam lima tahun ke depan. Target ambisius ini disambut optimistis oleh Direktur Utama baru BPR Kota Sukabumi, Sutrisno Priyosuryono.

 

“Target ini sangat menantang, baik bagi saya pribadi maupun bagi BPR. Tapi bukan hal yang mustahil,” ujar Sutrisno dalam wawancara perdananya bersama awak media, Rabu (8/9/2025).

Menurutnya, fundamental keuangan BPR saat ini cukup kuat. Rasio permodalan (KPMM) berada di angka 60 persen, jauh di atas ketentuan minimal 12 persen.

Return on Asset (ROA) juga mencapai 5 persen, melebihi standar sehat 2 persen. Sementara rasio BOPO tercatat di 69 persen, lebih rendah dari batas 85 persen untuk kategori sehat.

“Kinerja rasio-rasio inti kami sangat bagus. Ini modal besar untuk tumbuh,” tegasnya.

Bahkan, pada Agustus 2025 lalu, BPR Kota Sukabumi meraih predikat “Sangat Bagus” atas kinerja tahun 2024 dari Infobank.

Tantangan Utama: Dana Pihak Ketiga Masih Minim

Meski memiliki kinerja keuangan solid, Sutrisno mengakui tantangan terbesar terletak pada penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang masih terbatas.

Hingga akhir 2024, DPK BPR Sukabumi baru mencapai Rp22,8 miliar, sementara bank lain dengan modal serupa dapat menghimpun dana hingga lebih dari Rp100 miliar.

“Masalahnya, nasabah kita masih sedikit. Tingkat kepercayaan masyarakat juga perlu ditingkatkan. Itu fokus kami ke depan,” jelasnya.

Strategi: Perluas Pasar dan Inovasi Produk

BPR Sukabumi akan memperluas basis nasabah, tidak hanya dari kalangan ASN, tetapi juga masyarakat umum dan pelaku usaha produktif. Sejumlah inovasi produk siap diluncurkan, seperti tabungan rencana umroh, tabungan pendidikan, dan tabungan hari raya.

“Kita harus aktif menjemput bola. Saya ingin BPR Sukabumi menjadi bank pilihan masyarakat, tidak terbatas pada ASN saja,” ujarnya.

Selain memperbesar DPK, BPR juga memperkuat pembiayaan produktif seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan pembiayaan proyek kontraktor rekanan pemerintah daerah dengan sistem tertutup (close system).

Strategi ini diharapkan mampu menekan biaya dana (cost of fund) dan meningkatkan daya saing.

“Kalau masyarakat sudah banyak menabung di kita, cost of fund akan turun dan kita bisa bersaing dengan BPR lain bahkan bank umum,” katanya penuh semangat.

Mandiri dan Berkelanjutan

Sutrisno menegaskan, ke depan BPR Sukabumi tidak ingin terus bergantung pada penyertaan modal pemerintah. Pertumbuhan akan dikejar melalui peningkatan laba dan ekspansi pasar.

“Saya ingin BPR ini besar dengan kakinya sendiri. Kalau target aset Rp500 miliar tercapai, laba bisa mencapai Rp25 miliar dan modal tumbuh dua kali lipat. Itu sangat realistis,” ujarnya.

Dengan kondisi keuangan yang sehat dan strategi yang jelas, Sutrisno optimistis target besar tersebut dapat dicapai. Namun, dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

“Yuk, jadi nasabah. Kalau masyarakat percaya dan mendukung, pertumbuhan itu bisa kita capai bersama,” tutupnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist