Gunung Bohong di Cimahi Bandung, Bukit Eksotis dengan Cerita Rakyat Sangkuriang

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Gunung Bohong merupakan salah satu destinasi alam yang menarik di Kota Cimahi, Jawa Barat, dan semakin dikenal karena cerita unik di balik namanya serta keterkaitannya dengan legenda Sangkuriang.

Terletak hanya sekitar 2,5 kilometer dari Alun-alun Cimahi dan sekitar 11 kilometer dari Alun-alun Kota Bandung, Gunung Bohong sebenarnya lebih mirip bukit daripada gunung besar dengan ketinggian sekitar 877 meter di atas permukaan laut, menurut peta Rupa Bumi Indonesia.

Meski tidak setinggi gunung lain di Bandung Raya, Gunung Bohong menawarkan pengalaman hiking ringan yang cocok bagi pendaki pemula, maupun keluarga yang ingin menikmati udara segar dan panorama kota dari ketinggian.

Tidak ada tiket masuk resmi ke kawasan alam ini, pengunjung cukup membayar biaya parkir yang sangat terjangkau, dan pada hari Minggu biasanya diminta kontribusi sumbangan kebersihan tambahan.

Perjalanan menuju puncak tidak terlalu berat, dengan jalur trekking melalui tangga tanah yang tersusun rapi dan beberapa bangku istirahat di sepanjang lintasan. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak rata-rata sekitar 30 sampai 45 menit, sehingga pendakian ini cocok untuk berbagai kalangan usia.

Dari puncak, pengunjung dapat menikmati pemandangan luas yang memukau, termasuk hamparan permukiman Cimahi dan Bandung serta deretan pegunungan seperti Gunung Burangrang, Tangkuban Parahu, dan Manglayang di kejauhan.

Salah satu daya tarik ikonik di Gunung Bohong adalah keberadaan Tugu Kujang, yang menandai puncak dan membuatnya dikenal juga sebagai Puncak Kujang Kembar. Tugu ini menjadi latar menarik bagi wisatawan yang ingin berfoto atau sekadar menikmati suasana alam.

Nama “Gunung Bohong” sendiri menyimpan cerita menarik yang berasal dari berbagai versi. Menurut salah satu versi yang populer di kalangan masyarakat setempat, nama tersebut berkaitan erat dengan legenda Sangkuriang.

Konon, Sangkuriang merasa dikhianati setelah menyadari bahwa Dayang Sumbi telah berbohong kepadanya, dan dalam kekecewaannya ia berlari hingga mencapai bukit yang kini dikenal sebagai Gunung Bohong.

Versi lain menyebutkan nama tersebut berasal dari adaptasi lidah lokal terhadap kata luar yang berubah pelafalannya, serta dari pengalaman masyarakat yang dulu sempat mendengar suara gemuruh mirip letusan, namun ternyata hanya fenomena alam biasa.

Selain sebagai spot hiking dan wisata alam, Gunung Bohong juga menjadi tempat berkumpulnya warga, seperti terlihat saat momen ngabuburit menanti waktu berbuka puasa, di mana warga sering memanfaatkan area bukit ini untuk menikmati pemandangan sore hari.

Dengan paduan panorama alam, nilai budaya, serta kisah legendarisnya, Gunung Bohong terus menarik minat wisatawan lokal dan pencinta alam yang ingin menemukan sudut lain pesona Bandung Raya, di luar rute wisata konvensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist