Sempat Viral! Ini Kisah Ujang Solehudin si Petani Milenial yang Raup 300 Juta di Usia 21 Tahun

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Banyak orang masih menganggap profesi petani sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan. Namun, kisah seorang petani milenial asal Ciamis yang bernama Ujang Solehudin membuktikan sebaliknya.

Di usia yang masih sangat muda, Ujang Solehudin justru mampu meraih pendapatan ratusan juta rupiah sebagai petani milenial. Diketahui, pemuda berusia 21 tahun itu bahkan pernah bekerja di sektor perbankan dan perusahaan keuangan.

Namun, setelah menjalani pekerjaan tersebut, Ujang Solehudin merasa lebih tertarik menjadi petani milenial  untuk membangun usaha sendiri, dibanding menjadi karyawan.

Setelah melalui pertimbangan, Ujang memutuskan untuk berhenti bekerja di kota dan kembali ke kampung halamannya di Desa Mandalare, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis. Ia kemudian memilih untuk fokus menjadi petani, mengikuti jejak keluarganya yang sudah lebih dulu berkecimpung di bidang pertanian.

Keputusan tersebut tidak diambil tanpa dasar. Latar belakang pendidikan Ujang yang berasal dari SMK pertanian membuatnya memiliki bekal pengetahuan dasar dalam budidaya tanaman. Dengan pengalaman tersebut, ia mulai mengelola lahan pertanian cabai seluas sekitar 1,5 hektare.

Dalam prosesnya, ia menanam hingga puluhan ribu batang cabai dengan sistem budidaya yang terencana. Meski membutuhkan modal cukup besar, ia tetap menjalankan usaha tersebut secara mandiri dengan perhitungan yang matang.

Dari usaha pertanian cabai tersebut, Ujang mampu menghasilkan produksi dalam jumlah besar. Dalam satu kali panen, ia bisa memperoleh omzet sekitar Rp400 juta. Setelah dikurangi biaya operasional dan modal sekitar Rp100 juta, ia mendapatkan keuntungan bersih hingga Rp300 juta.

Menariknya, panen cabai tersebut terjadi sekitar dua kali dalam setahun, sehingga jika dirata-rata, penghasilannya bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Keputusan Ujang meninggalkan pekerjaan kantoran didasari keinginan untuk menjadi pemilik usaha, bukan sekadar pekerja. Ia merasa bahwa sektor pertanian memiliki peluang besar jika dikelola dengan serius dan tidak dipandang sebelah mata.

Dengan modal keberanian, pengetahuan, serta pengalaman keluarga di bidang pertanian, ia berhasil membuktikan bahwa anak muda juga bisa sukses di sektor agribisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist