Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi Lepas 55 Mahasantri Bekerja ke Luar Negeri, Upaya Tekan Pengangguran

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

RANDA.CO.ID – Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Sukabumi menggelar pelepasan dan doa bersama bagi 55 mahasantri yang akan diberangkatkan bekerja ke luar negeri, Jumat (17/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula ponpes tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana.

Para mahasantri ini dijadwalkan bekerja di sejumlah negara tujuan, di antaranya Turki, Jepang, dan Madinah. Program ini menjadi salah satu upaya konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda.

Bobby Maulana mengapresiasi langkah Ponpes Dzikir Al-Fath yang dinilai selaras dengan program Pemerintah Kota Sukabumi dalam menekan angka pengangguran.

“Kegiatan yang diselenggarakan Ponpes Dzikir Al-Fath ini sangat luar biasa. Ide dari pak kyai ini sejalan dengan program pemerintah, terutama dalam mengurangi jumlah pengangguran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini tengah berupaya menarik investor melalui peninjauan lahan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, pemerintah juga menjalin kerja sama dengan kementerian terkait serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kota Sukabumi.

“Dengan yang sudah berjalan bersama Ponpes Dzikir Al-Fath, totalnya sudah mencapai 191 orang. Mudah-mudahan ke depan jumlah ini terus bertambah sebagai upaya menurunkan tingkat pengangguran terbuka yang saat ini masih berada di angka 8,99 persen, termasuk tiga besar di Jawa Barat,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath, KH. Fajar Laksana, mengungkapkan, pemberangkatan kali ini merupakan yang ketiga sepanjang tahun 2026.

“Tahun ini sudah tiga kali pemberangkatan, totalnya sekitar 500 orang. Bahkan kami masih kekurangan SDM, karena job order tahun ini mencapai 3.500 orang,” jelasnya.

Ia menyebutkan, permintaan tenaga kerja datang dari berbagai negara seperti Albania, Slovakia, Serbia, dan Selandia Baru. Sementara kerja sama yang sudah berjalan meliputi Turki, Mesir, Kuwait, Jeddah, Mekah, Madinah, dan Jepang.

Menurutnya, kendala utama bukan pada kurangnya peluang kerja, melainkan keterbatasan sumber daya manusia yang siap di sektor formal. Untuk itu, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat umum dengan syarat mengikuti pendidikan di pesantren selama satu tahun.

“Calon pekerja migran akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan secara gratis. Syaratnya harus mondok, berakhlak baik, tidak terlibat narkoba, dan siap dididik,” katanya.

Ia juga menjelaskan, setelah bekerja, para alumni diwajibkan menyalurkan zakat sebesar 2,5 persen dari gaji mereka sebagai bagian dari sistem ekonomi berbasis sedekah yang diterapkan pesantren.

Terkait keamanan, KH. Fajar memastikan bahwa pihaknya memiliki sistem pengawasan di negara tujuan. Ponpes Dzikir Al-Fath telah memiliki jaringan serta petugas di beberapa negara seperti Jepang, Kuwait, hingga kawasan Timur Tengah.

“Jadi tidak perlu khawatir, karena setelah tiba di negara tujuan mereka tidak dilepas begitu saja, tetapi tetap dalam pemantauan,” pungkasnya. (Her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist