BRANDA.CO.ID – Konflik antara Na Daehoon dan mantan istrinya, Julia Prastini, kembali menjadi sorotan publik. Keputusan terbaru Daehoon untuk membatasi akses pertemuan anak-anak dengan Jule memicu perhatian luas, terutama terkait alasan di balik langkah tersebut.
Perseteruan ini dipicu oleh unggahan yang melibatkan anak-anak Na Daehoon, di media sosial oleh pihak yang terkait dengan Jule. Konten tersebut dinilai tidak pantas dan menuai kontroversi.
Bahkan, disebutkan adanya penggunaan hal-hal yang tidak sesuai untuk anak, serta keterlibatan mereka dalam materi yang berpotensi merendahkan martabat sang ayah. Situasi ini membuat Na Daehoon merasa perlu mengambil langkah tegas demi melindungi anak-anaknya dari dampak negatif.
Daehoon menegaskan bahwa keputusan membatasi akses anak-anak dengan Jule bukan didasari emosi, dendam, atau keinginan memisahkan anak dari ibu kandungnya.
“Adanya tindakan yang menurut saya tidak pantas terhadap anak, termasuk penggunaan produk kosmetik dewasa kepada anak, mempertemukan anak-anak dengan pihak yang berkaitan dengan permasalahan rumah tangga sebelumnya, serta membiarkan anak-anak terlibat atau digunakan untuk bahan lecehan dan merendahkan martabat saya sebagai ayah,” kata Daehoon.
“Atas dasar itu, saya akan membatasi akses anak-anak dengan mantan istri,” tegasnya.
Sebaliknya, langkah ini diambil semata-mata untuk menjaga keamanan dan kenyamanan anak, kesehatan mental, dan proses tumbuh kembang yang sehat.
Ia juga tetap menghormati peran ibu dalam kehidupan anak-anak, namun menekankan bahwa interaksi tersebut harus berlangsung dalam batasan yang aman dan tidak merugikan anak.
Sebagai pihak yang memegang hak asuh, Daehoon menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memastikan anak-anaknya tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan penuh kasih sayang. Ia ingin menjauhkan mereka dari konflik publik maupun pengaruh negatif yang dapat berdampak jangka panjang.
Daehoon juga menyampaikan bahwa pembatasan ini merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan secara matang. Ia menilai perlindungan terhadap anak adalah tanggung jawab utama sebagai orang tua, terutama di tengah konflik yang melibatkan pihak luar dan sorotan publik.

