Urung Aksi di Balai Kota, Forum RT/RW Kota Sukabumi Pilih Audiensi dengan DPRD Bawa Tuntutan yang Sama

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

ANDA.CO.ID – Forum RT/RW Kota Sukabumi mengubah agenda penyampaian aspirasi yang sebelumnya direncanakan melalui aksi di Balai Kota dan DPRD Kota Sukabumi menjadi audiensi resmi dengan DPRD Kota Sukabumi.

Meski format kegiatan berubah, namun substansi tuntutan yang akan disampaikan dipastikan tetap sama.

Audiensi dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026 di Sekretariat DPRD Kota Sukabumi, dengan titik kumpul peserta di Gedung Juang Kota Sukabumi mulai pukul 09.00 WIB.

Rencananya sebelum audiensi Forum RT/RW akan melakukan longmarch dengan perkiraan masa 500 orang.

Perubahan agenda tersebut diketahui melalui pamflet terbaru yang beredar di masyarakat. Dalam seruan itu, para pengurus RT dan RW diminta hadir dengan mengenakan seragam kebanggaan sebagai bentuk solidaritas dalam menyampaikan aspirasi.

Perwakilan Forum RT/RW Kota Sukabumi, Arif Rachman, mengatakan perubahan format dari aksi menjadi audiensi dilakukan agar aspirasi dapat disampaikan secara lebih dialogis dan langsung kepada pihak legislatif.

“Awalnya memang ada rencana aksi ke Balai Kota dan DPRD. Namun setelah ada komunikasi, agenda berubah menjadi audiensi dengan DPRD Kota Sukabumi. Meski begitu, tuntutan yang kami sampaikan tetap sama,” ujar Arif Rachman, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, forum tetap akan membawa sejumlah aspirasi yang selama ini menjadi perhatian para pengurus lingkungan, di antaranya kejelasan program P2RW, evaluasi pelaksanaan dana kelurahan, jani dana abadi Rp 10 juta/RT hingga berbagai program lingkungan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Kami ingin ada kejelasan dan ruang dialog yang terbuka. RT dan RW selama ini berada di garis depan pelayanan masyarakat, sehingga aspirasi kami perlu didengar,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Forum RT/RW lainnya, Fahlevi, menekankan pentingnya evaluasi terhadap realisasi program dana kelurahan yang telah berjalan. Ia meminta adanya audit sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat.

“Saya meminta adanya audit terhadap realisasi program dana kelurahan, sebagaimana audit terhadap program P2RW tahun lalu. Ini penting agar publik mengetahui bagaimana pelaksanaannya di lapangan,” ujar Fahlevi.

Menurutnya, evaluasi dan audit diperlukan agar program-program pemerintah benar-benar tepat sasaran serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami ingin semuanya transparan. Kalau program berjalan baik tentu harus diapresiasi, tetapi kalau ada kekurangan harus menjadi bahan evaluasi bersama,” tambahnya.

Forum RT/RW Kota Sukabumi berharap audiensi tersebut dapat menghasilkan kejelasan serta tindak lanjut konkret dari DPRD Kota Sukabumi terhadap berbagai aspirasi yang akan disampaikan.(Her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist