Komisi II DPRD Kota Sukabumi Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Berbasis Heritage

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Komisi II DPRD Kota Sukabumi mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif sebagai strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mengantisipasi dampak pembangunan infrastruktur yang berpotensi mengubah arus kunjungan wisata ke Kota Sukabumi.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi II DPRD Kota Sukabumi, Raden Koesoemo Hutaripto, usai mengikuti pertemuan bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Sukabumi dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata di kantor Dispora Kota Sukabumi Selasa (23/6/2026).

Menurut Raden Koesoemo, kunjungan tersebut difokuskan untuk membahas penguatan sektor ekonomi kreatif, termasuk penyusunan regulasi yang dapat mendukung perkembangan 17 subsektor ekonomi kreatif di Kota Sukabumi.

“Kami dari Komisi II DPRD Kota Sukabumi bersama Komite Ekraf dan Disporapar membahas lebih lanjut mengenai penguatan ekonomi kreatif serta regulasi-regulasi yang nantinya dapat menunjang perkembangan ekonomi kreatif di Kota Sukabumi. Kami tetap mengedepankan 17 subsektor ekonomi kreatif sebagai fondasi pengembangan ke depan,” ujarnya.

Ia menegaskan, salah satu usulan utama yang mengemuka adalah pembentukan ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi. Dengan adanya ekosistem yang kuat, ekonomi kreatif di Kota Sukabumi diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu sektor unggulan yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami mengusulkan agar terbentuk ekosistem ekonomi kreatif yang utuh. Harapannya ekonomi kreatif Kota Sukabumi dapat berkembang lebih pesat dan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” katanya.

Raden mencontohkan keberhasilan pengembangan pariwisata di Banyuwangi yang mampu mengintegrasikan berbagai sektor pendukung dalam satu visi pembangunan. Menurutnya, konsep serupa dapat diterapkan di Kota Sukabumi dengan menyesuaikan karakteristik dan potensi daerah.

“Semua konten dan program dinas-dinas di Kota Sukabumi harus mengarah pada penguatan ekonomi kreatif. Dinas pariwisata fokus pada pengembangan destinasi dan atraksi, sementara dinas lainnya mendukung melalui penyediaan fasilitas, aksesibilitas, infrastruktur, dan akomodasi sehingga terbentuk sebuah sistem yang saling mendukung,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata harus mengacu pada konsep 5A, yakni atraksi, aksesibilitas, amenitas, akomodasi, dan aktivitas.

Menurutnya, kelima aspek tersebut menjadi kunci dalam membangun daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Raden juga mengingatkan, Kota Sukabumi memiliki sejarah panjang sebagai kota heritage dan destinasi wisata sejak masa kolonial Belanda. Pada masa itu, Sukabumi dikenal sebagai tempat beristirahat dan berwisata bagi kalangan pemilik perkebunan serta masyarakat dari berbagai daerah.

“Kalau kita melihat sejarah, Kota Sukabumi merupakan kota heritage dan kota pariwisata sejak zaman Belanda. Dulu para pemilik perkebunan datang ke Sukabumi untuk berwisata dan membelanjakan uangnya di kota ini. Potensi sejarah tersebut harus menjadi modal utama yang terus dikembangkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya langkah antisipatif terhadap pembangunan jalan tol yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sukabumi dan sekitarnya. Menurutnya, tanpa strategi yang tepat, Kota Sukabumi berisiko hanya menjadi daerah lintasan bagi wisatawan yang menuju kawasan lain seperti Pelabuhanratu, Cianjur, maupun Puncak.

“Jangan sampai dengan adanya jalan tol yang melintas di sekitar Kota Sukabumi, kota ini hanya menjadi tempat persinggahan atau bahkan sekadar jalur perlintasan. Kita harus memastikan wisatawan memiliki alasan untuk singgah, menikmati destinasi, dan membelanjakan uangnya di Kota Sukabumi,” tegasnya.

Karena itu, Komisi II DPRD Kota Sukabumi mendorong pengembangan sarana dan prasarana pendukung ekonomi kreatif dan pariwisata secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali identitas Kota Sukabumi sebagai kota wisata sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Langkah ke depan adalah menghidupkan ekonomi kreatif dan pariwisata kita. Dengan begitu Kota Sukabumi bisa lebih maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan Pendapatan Asli Daerah juga meningkat,” pungkasnya. (Her)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist