Diskumindag: Pembangunan Gerai KDMP di Kota Sukabumi Terbentur Minimnya Lahan

Ilustrasi : keterbatasan lahan menjadi alasan belum terbangunnya 30 gerai KDMP di Kota Sukabumi.
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi menyebut keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam pengembangan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah Kota Sukabumi.

Kepala Diskumindag Kota Sukabumi, Een Rukmini mengatakan, dari total 33 KDMP yang telah terbentuk sejak 2025, saat ini baru tiga KDMP yang tengah memproses pembangunan gerai.

“Untuk KDMP sebenarnya dari 33 itu sudah terbentuk sejak 2025. Sekarang yang sedang diproses dan dikembangkan adalah pembangunan gerai dari KDMP sendiri,” kata Een kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

Een menjelaskan, tiga KDMP yang saat ini sedang membangun gerai yakni KDMP Jaya Mekar, Gedung Panjang, dan Sukakarya. Ketiganya ditargetkan dapat diluncurkan pada akhir Juli 2026.

“Insyaallah akhir Juli nanti launching. Ada tiga KDMP yang sedang proses membangun gerai, yaitu Jaya Mekar, Gedung Panjang, dan Sukakarya,” katanya.

Namun, pembangunan gerai untuk 30 KDMP lainnya masih terkendala keterbatasan lahan.

Menurut Een, syarat pembangunan gerai KDMP membutuhkan lahan seluas 1.000 meter persegi, sementara kondisi wilayah perkotaan membuat lahan dengan ukuran tersebut sulit ditemukan.

“Untuk kota itu kesulitannya di lahan. Gerai KDMP itu harus 1.000 meter, sementara di kota susah mencari lahan seluas itu,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan khusus bagi daerah perkotaan terkait syarat luas lahan pembangunan gerai KDMP.

“Mudah-mudahan nanti ada kebijakan khusus dari pemerintah pusat, sehingga untuk wilayah kota tidak harus 1.000 meter. Kalau kabupaten kan masih banyak lahannya,” jelasnya.

Meski demikian, Een memastikan seluruh KDMP di Kota Sukabumi tetap berjalan aktif dan sudah beroperasi sejak 2025.

Pemerintah daerah juga terus melibatkan KDMP dalam berbagai kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah.

“Pada umumnya 33 KDMP sudah berjalan, baik usaha sembako, telur maupun beras. Kita juga bermitra dengan Bulog untuk penyediaan beras SPHP,” katanya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist