BRANDA.CO.ID – Pelatihan Vokasi bagi Wirausaha Baru Angkatan I Tahun 2026 bukan menjadi akhir dari upaya Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi dalam mencetak pelaku usaha baru.
Setelah pelatihan selesai, para peserta akan mendapatkan pendampingan, monitoring, hingga difasilitasi untuk bertemu dengan pihak perbankan guna membuka akses permodalan.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskumindag Kota Sukabumi, Hery Purnomo, mengatakan pendampingan pascapelatihan menjadi bagian penting agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan dalam membangun usaha.
“Setelah pelatihan ini kami akan melakukan monitoring terhadap para peserta. Kami ingin memastikan keterampilan yang mereka dapat benar-benar dimanfaatkan untuk memulai atau mengembangkan usaha,” ujar Hery.
Ia menjelaskan, Pelatihan Vokasi Wirausaha Baru Tahun 2026 diikuti 264 peserta yang dibagi ke dalam dua angkatan, masing-masing sebanyak 132 orang.
Setiap angkatan dibagi lagi ke dalam empat kelas dengan konsentrasi pelatihan cooking, baking, merajut, dan digital marketing, sesuai minat peserta.
Menurut Hery, peserta program berasal dari berbagai latar belakang. Sebagian sudah memiliki usaha berskala mikro, sementara sebagian lainnya baru ingin memulai usaha.
Karena itu, pendampingan dinilai penting agar mereka tidak berhenti hanya pada tahap pelatihan.
Selain monitoring, Diskumindag juga akan menjembatani para peserta dengan dunia perbankan untuk memperluas akses pembiayaan usaha.
“Nanti kami pertemukan mereka dengan pihak perbankan. Silakan berdiskusi mengenai berbagai skema pembiayaan yang tersedia. Mudah-mudahan ada realisasi permodalan yang bisa dimanfaatkan peserta untuk mengembangkan usahanya,” katanya.
Hery menambahkan, antusiasme masyarakat mengikuti program ini cukup tinggi. Pendaftaran dibuka hampir dua pekan dan diikuti banyak calon peserta.
Namun, Diskumindag tetap melakukan seleksi dengan memprioritaskan warga Kota Sukabumi yang belum pernah mengikuti pelatihan serupa, serta mempertimbangkan usia agar manfaat program lebih optimal.
“Kami berharap para alumni pelatihan tidak hanya memiliki keterampilan baru, tetapi juga mampu berkembang menjadi pelaku UMKM yang mandiri dan berdaya saing,” harap Hery. ***

