Penguatan Peran RT, RW , dan LKK sebagai Garda Terdepan Pembangunan Kelurahan Cisarua dan Karangtengah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Pemerintah Kota Sukabumi terus memacu kapasitas pengurus RT dan RW sebagai garda terdepan pembangunan daerah.

Melalui rangkaian penguatan kapasitas di tingkat akar rumput, mulai dari Bimbingan Teknis di Kelurahan Cisarua hingga Pemberdayaan Kader Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) di Kelurahan Karangtengah, pemerintah daerah mengandalkan kepemimpinan kewilayahan untuk menggerakkan roda ekonomi warga, menjaga ketahanan pangan, hingga menata lingkungan.

Dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) pengurus RT/RW se-Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, perhatian utama tertuju pada optimalisasi peran kemasyarakatan dalam memperkuat ekonomi mikro.

Pengurus RT/RW didorong menjadi akselerator pemulihan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga.

Selain fungsi administrasi, para ketua RT dan RW di Cisarua dibekali peran strategis dalam mengedukasi warga terkait kepatuhan pajak kendaraan bermotor, pencegahan pembuangan sampah ke aliran sungai, hingga sosialisasi prosedur resmi penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) berketerampilan tinggi. Langkah ini dipandang krusial agar warga terhindar dari jalur keberangkatan tak resmi.

Sentuhan Fiskal dan Apresiasi di Karangtengah Sinergi kewilayahan tersebut ditegaskan Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki saat menghadiri agenda Pemberdayaan Masyarakat bagi Kader LKK di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, Kamis (20/8/2026).

Di hadapan jajaran kecamatan, kelurahan, serta kader Posyandu dan PKK, Wali Kota menegaskan posisi strategis RT/RW sebagai jembatan kebijakan fiskal dan kebutuhan riil warga.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi di lapangan, Pemerintah Kota Sukabumi mengalokasikan peningkatan insentif bagi pengurus RT/RW, Linmas, marbot, hingga guru ngaji. Dukungan operasional bagi Posyandu bahkan ditingkatkan hingga 100 persen.

Wali Kota optimistis postur keuangan daerah kian solid melalui pengintegrasian APBN, Pendapatan Asli Daerah (PAD), BAZNAS, dana wakaf, hingga Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang dikelola secara transparan dan akuntabel.

Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan Baik di Cisarua maupun Karangtengah, penataan lingkungan dan kebersihan menjadi perhatian bersama.

Kesadaran membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta aksi nyata membersihkan saluran air terus digelorakan secara sukarela tanpa tindakan pemaksaan.

Melalui pendekatan tata kelola pemerintahan yang terbuka, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan umum, Pemkot Sukabumi meyakini gotong royong warga di tingkat RT dan RW adalah kunci utama mewujudkan kota yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist