Niat Puasa Senin Kamis Beserta Keutamaannya

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Puasa Senin Kamis merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), dan konsisten dijalankan oleh Rasulullah SAW sepanjang hidupnya.

Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, amalan ini memiliki nilai keutamaan yang luar biasa, karena pada kedua hari tersebut seluruh catatan amal perbuatan manusia diangkat dan diperiksakan di hadapan Allah SWT.

Untuk meraih keberkahan ibadah ini secara sempurna, memahami tata cara dan bacaan niat puasa Senin Kamis merupakan langkah awal yang sangat penting. Baik niat yang dibaca pada malam hari maupun kelonggaran niat pada siang hari, keduanya memiliki aturan fiqih yang perlu dipahami dengan baik.

1. Niat Puasa Sunnah Hari Senin

  • Lafal Arab:
    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
  • Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta’âlâ.
  • Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Puasa Sunnah Hari Kamis

  • Lafal Arab:
    نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
  • Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta’âlâ.
  • Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”

Waktu Membaca Niat dan Pelaksanaan

– Niat Malam Hari (Utama): Pembacaan niat dilakukan sejak terbenamnya matahari (waktu Maghrib) hingga sebelum terbit fajar (waktu Subuh).

– Niat Siang Hari (Kelonggaran Puasa Sunnah): Jika lupa membaca niat pada malam hari, niat puasa Senin-Kamis boleh dilakukan pada pagi hingga sebelum masuk waktu Dzuhur (zawal). Syarat utamanya adalah belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, atau merokok) sejak fajar terbit.

Ketentuan dan Waktu Berpuasa

Secara operasional, pelaksanaan puasa Senin-Kamis sama seperti puasa pada umumnya:

1. Mulai Puasa: Terbit fajar (waktu Subuh).

2. Berakhir Puasa: Terbenam matahari (waktu Maghrib).

3. Kewajiban: Menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami istri, serta menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang mengurangi pahala puasa.

Keutamaan Puasa Senin Kamis

1. Hari Penyampaian/Pemeriksaan Amal Perbuatan

Hari Senin dan Kamis merupakan momentum diangkatnya seluruh catatan amal perbuatan manusia di hadapan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

“Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

2. Hari Dibukanya Pintu-Pintu Surga

Pada kedua hari ini, Allah SWT membuka pintu surga dan memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang tidak menyekutukan-Nya, kecuali bagi orang-orang yang sedang saling bermusuhan. (HR. Muslim)

3. Hari Kelahiran dan Turunnya Wahyu Pertama Nabi

Khusus untuk hari Senin, Rasulullah SAW menyebutkan keistimewaannya ketika ditanya oleh para sahabat:

“Itulah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkannya wahyu kepadaku.” (HR. Muslim)

4. Amalan Rutin yang Paling Dicintai Allah

Menjalankan ibadah secara berkala seperti puasa Senin-Kamis membantu membangun konsistensi ibadah (istiqamah). Rasulullah SAW bersabda:

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (rutin), meskipun sedikit.” (HR. Bukhari & Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist