Viral “Tarian THR” Mirip dengan Tari Hora dari Bangsa Yahudi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Media sosial beberapa waktu terakhir diramaikan dengan video-video yang menampilkan “Tarian THR”.

Tarian ini umumnya diperagakan dengan gerakan melompat maju mundur dan ke samping secara bersama-sama, seringkali dilakukan oleh sekelompok orang sebagai ekspresi kegembiraan menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Tunjangan Hari Raya (THR).

Namun, viralnya tarian THR ini juga memunculkan perbandingan dengan tarian tradisional bangsa Yahudi, yaitu Tari Hora. Benarkah keduanya memiliki kemiripan signifikan? Mari kita telaah faktanya.

Seperti yang diketahui, tarian THR bukanlah sebuah tarian tradisional yang memiliki pakem khusus di Indonesia. Istilah ini lebih merujuk pada ekspresi spontan kegembiraan, yang muncul di masyarakat saat menjelang atau menerima THR.

Gerakan-gerakan yang terlihat dalam video viral umumnya sederhana dan mudah diikuti, seperti langkah ke kanan dan kiri, serta lompatan kecil ke depan dan belakang.

Sifatnya yang spontan dan massal inilah yang membuatnya menarik dan banyak ditirukan. Sedangkan Tari Hora, yaitu tarian rakyat tradisional yang berasal dari Romania.

Tari Hora diadopsi secara luas oleh komunitas Yahudi, terutama dalam perayaan-perayaan yang penuh sukacita seperti pernikahan, bar mitzvah, dan acara komunitas lainnya.

Ciri utama Tari Hora adalah:

  • Formasi Lingkaran: Para penari membentuk lingkaran, saling berpegangan tangan atau bahu, melambangkan persatuan dan kebersamaan.
  • Gerakan Terstruktur: Tari Hora memiliki langkah-langkah dasar yang terstruktur, meskipun variasinya bisa beragam. Gerakannya meliputi langkah ke samping, maju, mundur, dan seringkali diiringi dengan putaran.
  • Musik Ceria: Iringan musik Tari Hora umumnya bertempo cepat dan membangkitkan semangat, seringkali menggunakan musik klezmer dengan alat musik seperti klarinet dan biola.
  • Ekspresi Kebahagiaan Komunal: Tarian ini merupakan wujud kegembiraan dan solidaritas dalam komunitas.

Jika kita membandingkan “Tarian THR” yang viral dengan Tari Hora, kita dapat menemukan beberapa kemiripan superfisial:

  1. Ekspresi Kegembiraan: Keduanya sama-sama menjadiMedium untuk meluapkan rasa bahagia dan sukacita. “Tari THR” merayakan THR dan Lebaran, sementara Tari Hora merayakan momen penting dalam kehidupan komunitas Yahudi.
  2. Potensi Formasi Lingkaran: Dalam beberapa video “Tarian THR”, terlihat orang-orang menari bersama dalam kelompok yang bisa membentuk lingkaran, meskipun tidak selalu menjadi ciri utama.
  3. Gerakan Berulang: Kedua tarian ini melibatkan gerakan-gerakan yang diulang-ulang dan dilakukan secara bersama-sama.

Namun, perbedaan mendasar antara keduanya jauh lebih signifikan:

  1. Struktur dan Koreografi: Tari Hora memiliki struktur gerakan yang jelas dan diwariskan secara budaya. Langkah-langkahnya spesifik dan memiliki variasi yang dikenal. Sebaliknya, “Tari THR” tidak memiliki struktur baku dan gerakannya cenderung improvisasi dan sederhana.
  2. Asal Usul dan Makna Budaya: Tari Hora memiliki akar budaya dan sejarah yang kuat dalam tradisi Yahudi, dengan makna simbolis persatuan dan siklus kehidupan. “Tari THR” muncul sebagai fenomena spontan di era media sosial terkait perayaan Idul Fitri di Indonesia dan tidak memiliki akar budaya tarian tradisional Indonesia yang spesifik.
  3. Musik Iringan: Tari Hora memiliki jenis musik iringan yang khas. “Tari THR” biasanya diiringi oleh berbagai jenis musik populer atau bahkan tanpa musik.
  4. Tujuan dan Konteks: Tari Hora ditarikan dalam konteks perayaan budaya dan keagamaan yang spesifik. “Tarian THR” lebih merupakan tren hiburan di media sosial yang terkait dengan momen pemberian THR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist