BRANDA.CO.ID – Di tengah dominasi budaya Sunda yang kental dengan nuansa Islam, tersembunyi Candi Cangkuang, sebuah permata sejarah yang menjadi saksi bisu keberagaman masa lalu Jawa Barat.
Candi Cangkuang ini adalah situs Hindu kuno yang masih berdiri kokoh di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Keberadaannya yang unik menjadikannya bukan hanya destinasi wisata sejarah, tetapi juga penanda penting akulturasi budaya di Tatar Sunda.
Candi Cangkuang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi, menjadikannya salah satu peninggalan Hindu tertua di Jawa Barat. Nama “Cangkuang” sendiri diambil dari nama sejenis pohon pandan ( Pandanus furcatus) yang dulunya banyak tumbuh di sekitar area tersebut.
Situs ini pertama kali ditemukan kembali oleh para peneliti pada awal abad ke-20, setelah sekian lama tertutup oleh semak belukar dan terlupakan oleh sejarah.
Keistimewaannya terletak pada kondisi bangunannya yang relatif utuh, meskipun berukuran kecil. Candi ini sendiri memiliki denah dasar persegi dengan ukuran sekitar 4,5 x 4,5 meter dan menghadap ke arah timur.
Material utama pembangunannya adalah batu andesit berwarna abu-abu. Di dalam bilik candi (cella), terdapat arca Dewa Siwa yang berdiri tegak dengan atribut lengkapnya, seperti trisula dan hiasan tengkorak.
Keberadaan arca Siwa semakin menguatkan dugaan bahwa candi ini didedikasikan untuk pemujaan dewa tersebut. Lebih menarik lagi, di sekitar Candi ditemukan pula kompleks pemakaman kuno yang diyakini sebagai makam para leluhur Kampung Pulo yang menganut agama Islam.
Hal ini menunjukkan adanya toleransi dan hidup berdampingan antara komunitas Hindu dan Muslim di masa lalu. Bahkan, menurut cerita turun-temurun, masyarakat Kampung Pulo memiliki tradisi yang unik dalam menjaga kelestarian candi.
Mereka meyakini bahwa menjaga candi sama halnya dengan menghormati leluhur mereka. Untuk mencapai destinasi ini, pengunjung akan disuguhi pemandangan indah Danau Cangkuang yang tenang.
Perjalanan dilanjutkan dengan menaiki rakit bambu tradisional yang menambah pengalaman wisata menjadi lebih berkesan.
Setibanya di Kampung Pulo, pengunjung akan disambut oleh rumah-rumah panggung tradisional Sunda yang berjajar rapi, menciptakan suasana pedesaan yang asri dan damai.

