Mitos Bendera Pusaka: Benarkah Dijahit dari Tenda Soto dan Kain Seprai?

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Sebuah kisah menarik sekaligus kontroversial seringkali beredar di masyarakat Indonesia, mengenai asal-usul kain yang digunakan untuk menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih.

Mitos populer menyebutkan bahwa kain merah Bendera Pusaka berasal dari tenda tukang soto, sementara kain putihnya didapat dari seprai tempat tidur. Kisah ini begitu melekat di benak banyak orang, seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi kemerdekaan.

Mitos Bendera Pusaka ini telah beredar luas selama puluhan tahun, diceritakan secara turun-temurun, dan bahkan mungkin diajarkan secara tidak langsung di beberapa lingkungan.

Bayangan tentang kesederhanaan di balik sebuah simbol sakral memang terdengar heroik dan mengesankan. Kisah ini seolah ingin menggambarkan betapa gigihnya perjuangan para pahlawan dengan memanfaatkan apa pun yang ada, bahkan dari benda-benda sederhana di sekitar mereka.

Namun, di balik cerita yang menyentuh hati ini, ada kebenaran yang perlu diluruskan. Sosok yang paling berhak memberikan kesaksian adalah Ibu Fatmawati Sukarno, penjahit Bendera Pusaka itu sendiri. Beliau secara tegas membantah mitos tersebut.

Menurut penuturan Ibu Fatmawati, kain merah dan putih yang digunakannya bukanlah hasil dari perburuan kain seprai bekas atau tenda pedagang. Kain-kain tersebut adalah pemberian dari seorang perwira Jepang.

Kemungkinan besar, kain tersebut berasal dari kantor Jawa Hokokai, sebuah organisasi yang dibentuk Jepang untuk menggalang dukungan di Indonesia selama Perang Pasifik.

Pada akhir tahun 1944, dalam kondisi hamil besar, Ibu Fatmawati dengan penuh ketekunan menjahit Bendera Pusaka berukuran besar tersebut menggunakan mesin jahit tangan.

Bendera inilah yang kemudian berkibar megah untuk pertama kalinya pada tanggal 17 Agustus 1945, mengiringi momen bersejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno dan Hatta.

Meskipun mitos tentang tenda tukang soto dan seprai ini menambah nuansa romantis pada kisah perjuangan, penting bagi kita untuk selalu mencari tahu kebenaran sejarah.

Klarifikasi dari Ibu Fatmawati Sukarno menegaskan bahwa Bendera Pusaka dijahit dari kain yang memang disiapkan untuk tujuan tersebut, bukan dari barang-barang bekas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist