Bank BJB dan BP Tapera Sosialisasi FLPP, Buka Peluang Masyarakat Sukabumi Punya Rumah Sendiri

BJB sosialisasikan pembiayaan rumah dengan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), Kamis (03/07/25).
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Kabar baik buat masyarakat Sukabumi yang belum punya rumah! Bank BJB Sukabumi bareng Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) menggelar sosialisasi santai tentang pembiayaan rumah dengan skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), Kamis (03/07/25).

Acara yang digelar di Aula Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Pelabuhan II, Kecamatan Lembursitu, ini jadi ajang penting buat warga, khususnya yang berpenghasilan rendah (MBR), untuk tahu lebih dekat soal kemudahan punya rumah.

Ketua APERSI Korwil 6 Sukabumi-Cianjur, Asep Abdulqodir, bilang program ini memang ditujukan buat masyarakat kecil, termasuk ASN dan para pekerja di perusahaan-perusahaan lokal.

“FLPP ini sangat penting, apalagi ini sejalan dengan program Presiden Prabowo yang ingin membangun 3 juta rumah. Di Sukabumi sendiri kebutuhan rumah masih banyak banget,” kata Asep.

Ia menambahkan, APERSI rutin membangun sekitar 600 unit rumah per tahun di wilayah Kabupaten Sukabumi. Dalam acara ini, sekitar 25 orang hadir, termasuk perwakilan HRD dari berbagai perusahaan.

Sementara itu, Ikhsan Damali dari BP Tapera menjelaskan bahwa program FLPP ini terbuka untuk siapa saja yang belum punya rumah, baik yang punya penghasilan tetap maupun tidak tetap.

“Yang penting belum punya rumah dan masuk kategori MBR. Bukan cuma buat ASN, pekerja informal juga boleh, asal memenuhi syarat,” ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari Bank BJB. Ahmad Djuansjah, Pimpinan Cabang Bank BJB Kabupaten Sukabumi, mengatakan Bank BJB siap memfasilitasi masyarakat mulai dari cari info, proses pengajuan KPR, sampai pemilihan lokasi rumah.

“Di Jawa Barat, Bank BJB ditargetkan membangun 10 ribu rumah. Khusus Sukabumi, targetnya sampai 100 ribu rumah. Lokasinya fleksibel, bisa disesuaikan dengan kebutuhan pemohon,” jelas Ahmad.

Program ini jadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang buat mewujudkan impian masyarakat kecil punya rumah sendiri. Selain membantu masyarakat, program ini juga diharapkan bisa mengurangi backlog perumahan yang masih cukup tinggi di Sukabumi dan sekitarnya. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist