Bukan Mitos! Peneliti Ungkap Gunung Everest Terus Bertambah Tinggi

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

BRANDA.CO.ID – Gunung Everest, puncak tertinggi di dunia yang menjulang gagah, selalu menjadi objek kekaguman sekaligus misteri bagi para ilmuwan dan petualang. Dengan ketinggian resmi 8.848,86 meter di atas permukaan laut, gunung ini dianggap sebagai salah satu keajaiban alam terbesar.

Namun, sebuah fakta mengejutkan kini terungkap, pasalnya Gunung Everest tidak hanya statis, melainkan terus mengalami peningkatan ketinggian. Fenomena ini memicu pertanyaan dan penelitian mendalam dari para ahli geologi.

Selama ini, para ahli telah mencatat bahwa Gunung Everest mengalami peningkatan ketinggian secara konsisten, meskipun dalam skala yang kecil, yakni sekitar 0,8 inci atau 2 cm setiap tahun.

Peningkatan ini umumnya dikaitkan dengan pergerakan lempeng tektonik India yang terus menekan lempeng Eurasia, sehingga mendorong pegunungan Himalaya, termasuk Everest, untuk naik.

Namun, sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature Geoscience pada September 2024 lalu membawa hasil yang jauh lebih mencengangkan.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa ketinggian Everest telah bertambah sebanyak 50 meter (sekitar 164 kaki), hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Angka ini jelas jauh melampaui perkiraan kenaikan tahunan yang biasa dicatat, membuat para peneliti terkejut dan memicu spekulasi mengenai penyebab di balik lonjakan signifikan tersebut.

Para peneliti menduga bahwa peningkatan ketinggian yang drastis ini mungkin disebabkan oleh efek erosi yang intensif, khususnya yang berkaitan dengan hilangnya Sungai Arun di wilayah Himalaya sekitar 89.000 tahun yang lalu.

Hipotesis yang diajukan dalam studi tersebut menjelaskan bahwa setelah Sungai Arun menghilang, sebuah sungai baru “mengambil alih” alirannya. Sungai baru ini, dengan arusnya yang jauh lebih kuat, memicu erosi yang lebih masif.

Erosi inilah yang kemudian mengukir ngarai-ngarai besar di sekitar kaki gunung, secara tidak langsung berkontribusi pada peningkatan ketinggian puncak Everest.

Ketika material di dasar dan lereng gunung terkikis, tekanan pada massa batuan di bawahnya berkurang, memungkinkan massa batung tersebut untuk “bangkit” atau terangkat, sehingga mengakibatkan peningkatan ketinggian.

Meskipun teori ini memberikan penjelasan yang menarik dan logis, para peneliti mengakui bahwa masih ada beberapa ketidakpastian.

Mereka masih belum dapat memastikan secara pasti penyebab hilangnya Sungai Arun secara tiba-tiba di masa lalu. Oleh karena itu, penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk menggali lebih dalam misteri ini.

Para ilmuwan berencana untuk melakukan studi lebih lanjut, yang akan berfokus pada ngarai-ngarai bekas Sungai Arun dan area sekitarnya.

Tujuannya adalah untuk mempersempit kerangka waktu kapan peristiwa-peristiwa geologis ini terjadi, dan memahami bagaimana jaringan sungai di Himalaya bereaksi terhadap perubahan-perubahan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist