SCG Resmikan Fasilitas RDF di Sukabumi, Solusi Inovatif Atasi Masalah Sampah dan Dukung Target Net Zero

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

 

BRANDA.CO.ID – SCG melalui anak usahanya, PT Semen Jawa, secara resmi meresmikan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cimenteng, Kabupaten Sukabumi, Kamis (31/7/2025).

Acara peresmian RDF dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Duta Besar Thailand untuk Indonesia, serta pejabat dari berbagai kementerian dan pemerintah daerah

Moment ini merupakan wujud nyata dari implementasi prinsip ESG 4 Plus milik SCG yang berlandaskan pada empat pilar utama: mencapai emisi nol bersih (Set Net Zero), menciptakan industri hijau (Go Green), mengurangi kesenjangan sosial (Reduce Inequality), dan menjalin kolaborasi luas (Embrace Collaboration), disertai dengan tata kelola yang transparan (Plus).

Menteri Hanif menyampaikan keprihatinannya terhadap penumpukan sampah nasional yang mencapai 56,6 juta ton per tahun, di mana hanya 10–14 persen yang berhasil dikelola.

“Kehadiran Semen Jawa sangat berarti dalam upaya pengelolaan sampah, khususnya di Jawa Barat. RDF menjadi teknologi yang penting untuk mendukung solusi jangka panjang,” ujar Hanif.

Dukunganya itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, fasilitas RDF di TPSA Cimenteng dibangun untuk mengelola sekitar 200 ton sampah per hari yang berasal dari 27 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, serta menangani tumpukan lama sebanyak 130 ton per hari yang telah mengisi lahan TPA.

“Sampah yang telah dipilah akan diproses menjadi bahan bakar alternatif melalui metode co-processing di kiln milik pabrik Semen SCG, menggantikan sebagian kebutuhan bahan bakar fosil,”singkatnya.

Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, menekankan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi SCG dalam mewujudkan pertumbuhan hijau yang inklusif.

“Melalui RDF, kami menghadirkan inovasi low-carbon yang mendukung penggunaan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Semen Jawa, Peramas Wajananawat, menambahkan, pengalaman SCG selama lebih dari 10 tahun mengembangkan RDF di Thailand menjadi bekal penting dalam keberhasilan proyek ini di Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, dan Bupati Sukabumi, Drs. Asep Japar, turut mengapresiasi hadirnya RDF sebagai solusi konkret dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Kami berharap, teknologi RDF mampu menekan kebutuhan akan pembangunan TPA baru dan secara signifikan mengurangi timbulan sampah di wilayah,”ungkapnya.

Dengan beroperasinya fasilitas ini, lanjut Bupati, Kabupaten Sukabumi kini selangkah lebih maju dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

“RDF menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masa depan Indonesia,”tandasnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Add New Playlist