BRANDA.CO.ID – Siang itu, wajah Fardan (38) warga Kampung Tegalpanjang, Kelurahan Cikondang, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, tampak berbeda. Senyumnya merekah, matanya berbinar.
Bukan karena mendapat kabar gembira biasa, melainkan karena sebuah impian sederhana akhirnya terwujud. Rumahnya kini terang benderang dengan aliran listrik sendiri.
Selama dua tahun terakhir, Fardan harus rela “menumpang” listrik ke tetangga. Kabel panjang membentang dari rumah sebelah menjadi saksi perjuangan hidupnya bersama istri dan empat anaknya.
“Alhamdulillah, sekarang sudah punya listrik sendiri berkat bantuan dari PLN dan Pak Wali Kota,” ucapnya semeringah.
Bagi sebagian orang, listrik mungkin dianggap hal lumrah. Namun bagi Fardan, listrik adalah mimpi yang menanti sejak lama.
“Sekarang kami bisa lebih leluasa, tidak perlu repot lagi menumpang ke tetangga. Anak-anak pun bisa belajar dengan nyaman,” katanya.
Momen penuh haru itu lahir dari program Light Up The Dream yang digagas PLN UP3 Sukabumi.
“Semoga listrik ini menjadi keberkahan bagi semua yang telah membantu. Terima kasih, PLN,” ucap Fardan, sambil menatap lampu di ruang tamunya yang kini menyala terang—seolah menyalakan harapan baru bagi keluarganya.

Manager PLN UP3 Sukabumi, Eka Rahma Daniati menjelaskan, program ini hadir untuk menyalakan harapan masyarakat kurang mampu agar dapat merasakan manfaat listrik di rumahnya sendiri.
“Light Up The Dream bersumber dari wakaf karyawan PLN melalui yayasan baitulmal. Tujuannya menyalakan mimpi masyarakat yang belum memiliki listrik,” jelas dia, saat peluncuran program tersebut, Kamis (2/10/2024).
Menurut Eka, sasaran utama program ini adalah fakir miskin, dhuafa, serta masyarakat tidak mampu yang terkendala biaya pemasangan listrik. “Kami hadir untuk menyalakan mimpi mereka. Di Sukabumi sendiri, sudah ada 12 pelanggan yang terbantu,” tambahnya.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, yang turut hadir dalam launching program ini, menyampaikan apresiasinya. Ia menyebutkan, masih ada sekitar 300 rumah tangga di Kota Sukabumi yang belum tersambung listrik.
“Alhamdulillah, berkat kolaborasi ini, satu per satu rumah bisa terang. Nanti, Pemkot juga akan ikut mendukung agar semakin banyak warga yang terbantu,” ujarnya.
Kini, rumah Fardan tak lagi gulita. Anak-anaknya bisa belajar tanpa khawatir lampu tetangga padam, istrinya bisa menyiapkan kebutuhan keluarga dengan lebih tenang, dan ia sendiri merasa beban hidupnya sedikit berkurang.***

