BRANDA.CO.ID – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, membuka peluang bagi figur terbaik untuk memimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa.
Orang nomor satu di Kota Sukabumi ini menegaskan, posisi Direktur Utama (Dirut) dan Dewan Pengawas (Dewas) yang kini kosong bukan sekadar jabatan, melainkan tantangan besar yang menuntut keberanian, integritas, dan visi kuat.
“Dirut PDAM harus berani menerima tantangan. Dalam setahun, dia harus mampu menargetkan capaian profit tertentu bagi perusahaan. Jika target itu tidak terpenuhi, maka dia harus siap mengundurkan diri,” tegas Ayep Zaki, Rabu (8/10/2025).
Kursi Direktur Utama PDAM diketahui telah lama kosong sejak pemberhentian Sani Santika Susena Prawirakoesoema.
Kini, setelah proses open bidding jabatan eselon II di lingkungan Pemkot Sukabumi tuntas, giliran PDAM Tirta Bumi Wibawa yang bersiap melakukan regenerasi kepemimpinan.
Menurut Ayep, seleksi calon Dirut maupun Dewas PDAM bersifat terbuka bagi siapa pun yang memenuhi syarat.
Namun, ia menekankan pentingnya karakter kepemimpinan yang kuat dan tangguh.
“Pemimpin PDAM ke depan tidak hanya dituntut kompetensi dan kapabilitas, tapi juga komitmen menjaga aset perusahaan, memperkuat kondisi keuangan, dan menyehatkan manajemen,” ujarnya.
Lebih jauh, Ayep menegaskan bahwa PDAM Tirta Bumi Wibawa harus mampu menjawab tantangan era globalisasi dan krisis air bersih di tingkat nasional.
“Pimpinan PDAM harus punya semangat kerja keras dan visi jelas dalam membangun pelayanan air bersih yang berkelanjutan,” tandasnya.***

