BRANDA.CO.ID – Terletak di tengah hamparan kebun teh di Kampung Kertamanah, Pangalengan Bandung, bangunan kayu kuno yang dikenal sebagai Rumah Pengabdi Setan kini telah berubah wujud menjadi destinasi wisata horor, yang menarik bagi para penikmat film, misteri, dan petualangan.
Awalnya, Rumah Pengabdi Setan ini bukanlah sekadar latar film semata. Bangunan tersebut dulunya merupakan rumah dinas pengawas perkebunan teh pada masa kolonial Belanda, khususnya milik keluarga pengusaha teh dari masa lalu, yakni Karel Albert Bosscha beserta saudaranya yang mengelola kebun teh Malabar di era awal abad ke‑20.
Seiring berjalannya waktu, Rumah Pengabdi Setan tersebut ditinggalkan, menjadi lapuk, dan akhirnya dipilih oleh sutradara Joko Anwar karena atmosfer tua dan nyaris terpencil, yang “pas” untuk menciptakan suasana horor dalam film.
Saat ini, rumah tersebut terbuka untuk umum dengan tiket masuk yang terjangkau, sekitar Rp 10.000 per orang, dan pengunjung diperbolehkan masuk ke dalam salah satu rumah kosong yang digunakan sebagai set syuting, untuk merasakan aura yang sama seperti di layar lebar.
Bagian eksteriornya masih mempertahankan unsur bangunan kayu dan anyaman tradisional, lantai kayu yang berderit, dan tangga kayu yang usang, sehingga aura horor pun terasa nyata saat kita menelusuri ruang‑ruang bekas film tersebut.
Menariknya, sering terjadi hal-hal mistis pada pengunjung yang menyambangi Rumah Ibu Pengabdi Setan. Salah satu di antaranya adalah ketika foto Ibu yang terpasang di dinding, jatuh dengan sendirinya, tanpa ada guncangan apa pun. Paku yang menjadi tempat bernaung foto tersebut juga masih tergantung rapi.
Menurut penuturan pemandu saat itu, memang ada sosok yang tengah mengikuti pengunjung sejak awal tiba. Namun, sosok tersebut tidak mengganggu, hanya jahil belaka.
Selain latar bangunan bersejarah, lokasi ini juga menawarkan pemandangan hijau kebun teh yang luas dengan udara pegunungan yang sejuk, pengunjung bisa menjadikan kunjungan ini sebagai kombinasi antara uji nyali dan relaksasi.
Namun demikian, bagi yang berkunjung pada malam hari atau ingin merasakan sensasi horor yang lebih kuat, disarankan membawa perlengkapan sederhana seperti senter, dan menjaga kondisi fisik.

