BRANDA.CO.ID – Panggung kompetisi Dangdut Academy 7 (DA7) di Indosiar musim 2025 akhirnya mencapai puncaknya, dengan menobatkan Tasya asal Tangerang Selatan sebagai juara pertama.
Total akumulasi poin virtual gift Tasya mencapai angka lebih tinggi dibandingkan Valen, sehingga ia resmi menyandang gelar Juara 1 DA7 sekaligus menutup perjalanan kompetisi pencarian bakat dangdut, yang telah digelar sejak Juni 2025.
Keputusan penentuan juara melalui sistem virtual gift ini memicu reaksi beragam dari publik, khususnya para pendukung Valen DA7 di media sosial.
Sejumlah akun mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap sistem penilaian, yang disebut-sebut lebih mengedepankan kekuatan finansial dalam pengiriman virtual gift, ketimbang kemampuan bernyanyi peserta.
Beberapa komentar menyoroti bahwa format ini dianggap menjauh dari konsep pencarian bakat, dan lebih mirip “adu finansial” antar pendukung.
“Kenapa harus ada audisi, kalau yang juara bukan siapa yang pandai bernyanyi”tulis salah satu komentar netizen
“Ini bukan tentang pencarian bakat, tapi ajang adu finansial siapa yang kuat. tutur netizen lain.
“Kasihan peserta yang sudah berusaha untuk tampil menjadi yang terbaik, tapi pada akhirnya harus kalah karena virtual gif, dan puncaknya yang dipilih siapa yang berduit,” tambah yang lainnya.
Sementara itu, kemenangan Tasya menuai beragam tanggapan. Di luar protes yang muncul, banyak juga warganet yang memberikan dukungan dan selamat kepada Tasya atas prestasi yang diraihnya, memuji perjalanan panjangnya di kompetisi serta kerja keras yang telah diperlihatkan sejak awal babak audisi.
Perolehan hasil ini juga menjadi catatan penting dalam sejarah Dangdut Academy, mengingat perubahan sistem penilaian yang menempatkan keterlibatan pemirsa dalam memberi virtual gift, sebagai faktor penentu utama kemenangan peserta.

