BRANDA.CO.ID – Nuzulul Quran merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam tradisi Islam, karena menandai turunnya wahyu pertama Al‑Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
Nuzulul Quran ini diperingati oleh umat Islam setiap tanggal 17 Ramadhan, yang diyakini sebagai waktu turunnya ayat‑ayat pertama kitab suci tersebut kepada Rasulullah SAW, ketika beliau berusia 40 tahun di Gua Hira, Jabal Nur, dekat Makkah.
Dalam peringatan Nuzulul Quran biasanya umat Islam memperbanyak ibadah, pengajian, tilawah dan refleksi spiritual untuk menguatkan keimanan di bulan yang penuh berkah ini.
Penetapan tanggal 17 Ramadhan sebagai hari Nuzulul Quran bukan semata kebiasaan budaya, tetapi berdasarkan penafsiran sejumlah ulama terhadap ayat‑ayat Al‑Qur’an dan riwayat perjalanan wahyu.
Salah satu dasar utama yang sering dikutip adalah ayat pada surat Al‑Anfal ayat 41, yang menyebutkan turunnya wahyu Allah pada hari yaumul furqan, yang kemudian diartikan para mufassir sebagai bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan, yakni hari ketika kaum Muslimin dan kafir Quraisy bertemu dalam pertempuran Badar.
Pendapat ini dipaparkan oleh Imam ath‑Thabari dan juga dicatat dalam tafsir klasik lainnya yang mengutip Hasan bin Ali.
Selain itu, banyak ulama berdasar pada riwayat‑riwayat yang menyatakan bahwa wahyu pertama berupa ayat 1‑5 dari Surat Al‑’Alaq, diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan melalui perantaraan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa ini dianggap sebagai awal turunnya Al‑Qur’an yang kemudian berlanjut secara berangsur‑angsur, selama kurang lebih 23 tahun sampai kitab suci itu lengkap.
Dengan demikian, peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya merujuk pada momen tertentu saja, tetapi juga menjadi panggilan bagi umat Islam untuk terus memaknai Al‑Qur’an sebagai pedoman hidup, yang membawa petunjuk dan pembeda antara yang benar dan yang batil.
Para ulama menjelaskan bahwa Al‑Qur’an diturunkan melalui dua fase: pertama, secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia yang sering dikaitkan dengan malam Lailatul Qadar; kedua, secara bertahap dari langit dunia ke bumi sesuai konteks kehidupan Nabi dan umat Islam sepanjang sejarah wahyu itu diturunkan.
Meskipun sebagian tradisi memperingati Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir Ramadhan, 17 Ramadhan tetap menjadi simbol kuat peristiwa pertama turunnya wahyu yang mengawali periode kenabian Nabi Muhammad SAW.

