BRANDA.CO.ID — Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi menegaskan kesiapsiagaannya dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu perubahan musim, baik saat curah hujan tinggi maupun memasuki musim kemarau.
Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menyebutkan bahwa kedua musim tersebut memiliki risiko masing-masing yang harus diantisipasi secara matang, terutama dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Baik musim hujan maupun kemarau, keduanya berpotensi menimbulkan bencana. Jangan sampai saat bencana maupun pascabencana, kebutuhan dasar masyarakat tidak terlayani,” kata Asep kepada wartawa , Rabu (15/4/2026).
Asep menjelaskan, Dinsos memiliki peran strategis dalam penanganan fase tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana, khususnya dalam penyediaan bantuan logistik bagi para penyintas.
Sepanjang tahun 2026, Dinsos Kota Sukabumi telah menyalurkan bantuan kepada 177 penyintas bencana. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan dasar seperti sarung, terpal, beras, minyak goreng, mi instan, serta perlengkapan lainnya yang dibutuhkan warga terdampak.
Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam penanganan kebencanaan.
Dinsos terus bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta perangkat daerah lainnya guna memastikan penanganan berjalan efektif dan tidak terjadi perbedaan data.
“Data harus sinkron antara BPBD dan Dinsos. Hal ini penting agar penanganan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa setiap instansi memiliki peran berbeda namun saling melengkapi. BPBD berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, sementara Dinsos berperan dalam pemenuhan kebutuhan dasar serta pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana.
“Dengan langkah antisipatif dan koordinasi yang terus diperkuat, kami berharap seluruh kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Kota Sukabumi dapat terpenuhi secara optimal,” tandasnya.***

